Regional

Bukan Cumah Hujan, Jalan Rusak di Ruas Surabaya-Waru Juga Karena ODOL

SURABAYA, eljabar.com – Tendensi kerusakan jalan yang meningkat juga terjadi di ruas Surabaya sampai Waru, Kabupaten Sidoarjo. Selain intensitas hujan yang sangat tinggi, kerusakan di poros utama Kota Surabaya itu juga disebabkan oleh kelebihan beban dan kelebihan ukuran kendaraan angkutan barang dan orang yang melintas. Sejumlah pihak menyayangkan masih rendahnya pengawasan dan penindakan kendaran ODOL (over dimension and over load).

Peneliti kebijakan publik dari Surabaya Institute Governance Studies (Sign Studies), Bethari Kriswandha, mengungkapkan, selama ini stake holder transportasi masih belum optimal dalam melakukan pengawasan dan penindakan terhadap kendaraan ODOL. Dampaknya hal itu akan menurunkan rencana usia layanan jalan dan usia teknisnya.

“Pihak-pihak terkait di sektor transportasi semestinya memberikan perhatian serius terhadap upaya pengawasan dan penindakan pelanggaran dimensi kendaraan dan batas muatan. Intensitas hujan yang tinggi bukanlah menjadi satu-satunya faktor penyebab kerusakan jalan,” kata Bethari.

Berdasarkan data Masyarakat Transparansi Indonesia (MTI), penyebab kerusakan yang terjadi pada lapisan permukaan jalan dan bangunan pelengkap jalan juga didominasi oleh beban di luar batas maksimal desain konstruksinya. MTI mencatat total bobot barang yang melintas di jalan nasional mencapai miliaran ton setiap tahunnya. Sehingga hal ini mendagradasi kualitas kemantapan jalan.

Sementara itu, kerusakan jalan nasional di Jatim tak luput dari perhatian serius Wakil Gubernur, Emil Listianto Dardak. Menurut Emil, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jatim Bali telah menyiapkan penanganan yang masif untuk menjaga kualitas kemantapan jalan nasional di Jatim.

Dihubungi terpisah, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur Bali dan Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah III melalui PPK 3.4, Suratno, menjelaskan, lobang jalan di ruas Surabaya-Waru telah diperbaiki. Selain lobang pada perkerasan jalan, beberapa tim yang diterjunkan pihaknya juga melakukan penyisiran terhadap permukaan jalan yang bergelombang dan munculnya lobang-lobang baru.

Pekerjaan untuk memperbaiki kerusakan jalan sudah kami lakukan sejak awal Januari lalu,” kata Suratno. (*wn/andi setiawan)

Show More
Back to top button