Bupati Dony Ahmad Munir Menegaskan Tidak Ada Pesta atau Perayaan di Tempat Wisata atau Fasilitas Umum

Sumedang, eljabar. Com — Untuk menjaga Natal dan Tahun Baru (Nataru) aman dan kondusif serta terhindar dari Covid-19, Bupati Dony Ahmad Munir menegaskan tidak ada kegiatan pesta atau perayaan di tempat-tempat wisata atau fasilitas umum lainnya yang menimbulkan terjadinya kerumunan.
Penegasan itu disampaikan Bupati saat memimpin Rapat Koordinasi Forkopimda terkait Perayaan Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 di Gedung Negara, Selasa (14/12).
“Kita sudah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 77 Tahun 2021 Tentang Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19 pada saat Nataru yang isinya antara lain melarang melarang adanya perayaan yang dapat menimbulkan kerumunan baik secara terbuka maupun tertutup,” ujarnya yang hadir didampingi Wakil Bupati Erwan Setiawan.
Selain itu, akan diberlakukan sistem ganjil genap di wilayah Sumedang kota mulai dari Bundaran Alamsari sampai Bundaran Binokasih.
“Ada chek point di setiap pos pengamanan, yakni terdapat 8 Pos Pam, 3 Pos Pelayanan, dan 1 Pos Terpadu. Untuk mengantisipasi kemacetan akan dilaksanakan pula rekayasa lalu lintas,” ujar Bupati.
Dalam mengantisipasi Ancaman, Tantangan, Hambatan, Gangguan (ATHG) pada Nataru akan dilaksanakan operasi secara terpusat.
“Tujuan operasi ini adalah untuk menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat. Aman dari berbagai ancaman dan gangguan yang tidak membuat kondusif serta aman dari Covid-19,” ungkapnya.
Bupati juga mengimbau agar Aplikasi Peduli Lindungi diusahakan harus sudah terpasang di setiap tempat wisata.
“Pastikan ada Satgas Covid 19 di setiap tempat wisata. Cek dan ricek Prokesnya apakah benar sudah dijalankan dengan benar. Bahkan saya imbau Dinas Kesehatan untuk menyediakan sampel Anti Gen di tempat-tempat wisata,” tuturnya.
Bupati juga meminta agara dinas terkait memastikan ketersediaan Sembako selama Nataru supaya tidak menyebabkan kegaduhan atau konflik.
“Komunikasi dan koordinasi agar ditingkatkan. Humas pada setiap SKPD diharapkan memiliki responsibilitas tinggi terhadap berbagai macam isu yang berkaitan dengan tugas, pokok, dan fungsi masing-masing,” ungkapnya.
Bupati juga meminta agar perangkat daerah mengantisipasi kemungkinan terjadinya berbagai bencana pada Natal dan Tahun Baru.
“Melihat curah hujan yang cukup tinggi, maka BPBD dan Damkar agar siaga atas kemungkinan yang terjadi. Saya harap bisa bergerak cepat dan kesiapan peralatan,” terangnya.(abas)







