Bupati Sumedang: Ada Tiga Tahapan dalam Berorganisasi, 5 Kategori untuk Kader Ansor - El Jabar

Bupati Sumedang: Ada Tiga Tahapan dalam Berorganisasi, 5 Kategori untuk Kader Ansor

SUMEDANG, eljabar.com — Bupati Kabupaten Sumedang, Dony Ahmad Munir, menyampaikan bahwa jika sebuah organisasi keberadaanya ingin selalu eksis, maka ada tiga tahapan yang harus dilakukan dalam berorganisasi. Hal tersebut disampaikan di Aula Islamic Centre, dalam pembukaan Latihan Instruktur I angkatan III dan Pendidikan dan Latihan Khusus Banser Tanggap Bencana, Malam Jum’at (29/10/2020).

Yang pertama yaitu konsolidasi, lanjut Dony. Dalam konsolidasi bisa melengkapi struktur organisasi yang sesuai dengan AD/ART organisasi. Dalam konsolidasi juga harus dibahas masalah Kartu Tanda Anggota GP Ansor yang by name by adres. Anggota GP Ansor harus jelas jumlahnya ada berapa. Sekarang bisa memanfaatkan IT untuk mendata semua anggota Ansor.

“Tahap yang kedua yaitu kaderisasi. Kadarisasi merupakan ruh dalam organisasi. Para pengurus harus terus dilatih dan diasah untuk menjadi pemimpin dan menjadi kader ansor yang tangguh. Kader ansor yang mandiri, yang kuat, yang faham dan sadar akan organisasi. Faham dan sadar akan tugas dan kewajibannya. Serta bisa memberikan kemanfaatan untuk umat. Kehadiran ansor harus menjadi bagian solusi, bukan bagian dari masalah. Jadi Ansor harus terus dilatih, kompeten, dan bisa memberi manfaat kepada manusia lainnya,” jelas Dony.

Pengurus GP Ansor harus terus perbanyak melaksanakan kaderisasi. Sehingga kader ansor menjadi terampil, tangguh, yang punya secara ideologis betul-betul nilai keansorannya ada melekat di hati. Manjadi sumber inspirasi dan sumber motivasi dalam menjalankan tugasnya untuk berjuang membela Nahdlatul Ulama.

Dan tahap yang ketiga yaitu, sambungnya, sebuah organisasi harus bisa menghadirkan dirinya dalam memberikan kemanfaatan dengan program-program riil ditengah-tengah masyarakat. Keberadaan organisasi benar-benar bisa dirasakan oleh rakyat.

“Kalau GP Ansor keberadaanya bisa terus dirasakan oleh rakyat, maka rakyat dengan sendirinya di dalam hatinya akan bersemayam rasa cinta kepada GP Ansor. GP Ansor dan Banser harus memberikan program-program yang riil kepada masayarakat, bisa pendampingan, bisa advokasi, bisa juga pencerahan-pencerahan yang lainnya,” lanjut Dony.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sumedang juga menjelaskan bahwa ada lima kategori kader ansor. Kategori pertama adalah kader ansor wajib. Wajib itu harus ada dan keberadaan kader ini sangat diharapkan. Kalau tidak ada kader ini maka ansor tidak akan jalan. Berarti kader yang seperti ini wajib ada dan diharapkan bisa mengambil keputusan dalam memajukan ansor.

“Kategori kedua yaitu kader ansor yang sunah. Kalau sunat itu dilaksanakan mendapatkan pahala tidak dilaksanakan tidak apa-apa. Kader ansor yang seperti ini adanya itu harus bisa memecahkan masalah, adanya bisa membangun solidaritas, dan adanya bisa meningkatkan motivasi,” katanya.

“Kategori yang ketiga yaitu kader ansor yang mubah. Mudah-mudahan tidak ada kader ansor yang mubah. Yang mubah itu baik ada atau tidak ada, kader tersebut tidak diperhitungkan. Kader ini ada dan tidak ada sama saja, tidak ada pengaruhnya, lanjut Dony.

Yang ke empat, ujar Dony, kategori makruh. Kader yang masuk ketegori makruh lebih baik tidak ada. Belum apa-apa kalau ada kegiatan sudah menanyakan ongkosnya diberi berapa. Belum apa-apa sudah menanyakan ini ada uangnya atau tidak. Dan kategori yang terakhir yaitu haram. Kader ansor jangan ada yang masuk kategori haram.

“Saya yakin kader ansor telah terbukti dan telah teruji menjadi kader yang wajib dan sunah. Sampai saat ini kader ansor telah hadir untuk memberikan darma baktinya kepada ibu pertiwi dan bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia yang kita cintai ini,” tutup Dony. (Abas)

Categories: Regional