Bupati Sumedang Cek Kesiapan Pesantren Jalankan AKB - El Jabar

Bupati Sumedang Cek Kesiapan Pesantren Jalankan AKB

SUMEDANG, eljabar.com — Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir melakukan kunjungan ke Pondok Pesantren (Pontren) Asyrofuddin Kecamatan Conggeang dalam rangka simulasi penerapan AKB (Adaptasi Kebiasaan Baru) di lingkungan Pontren, Rabu (08/07/2020).

Simulasi dilaksanakan untuk mengecek dan memastikan kesiapan pondok pesantren, mulai dari kesiapan para petugas serta kesiapan sarana prasarana dalam menerapkan SOP protokol kesehatan menjelang dimulainya aktivitas belajar mengajar di lingkungan pesantren.

Menurut keterangan pimpinan Pontren Asyrofuddin K H Anwar Sanusi, ketika masuk pesantren santri wajib mengikuti protokol kesehatan seperti cek suhu, masuk bilik disinfektan, memakai masker, cuci tangan pakai sabun dan menyerahkan surat Keterangan Sehat hasil Rapid Test.

Pihak pondok pesantren juga sepakat, untuk santri yang berasal dari luar Jawa Barat masih menunggu informasi lebih lanjut untuk penerimaannya. Adapun untuk santri yang berasal dari Kabupaten Sumedang rencananya akan mulai masuk pada tanggal 10, 13 s/d 16 Juli 2020.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir menegaskan bahwa sebenarnya kita belum selesai menghadapi pandemi Covid-19. Untuk itu,  semuanya perlu tetap waspada, karena saat ini belum ditemukan obatnya.

“Vaksinnya belum ada. Salah satu cara pencegahannya adalah disiplin, yaitu dengan menjalankan protokol kesehatan supaya jiwa kita selamat dan tubuh kita sehat,” ungkapnya.

Dikatakan Bupati, dalam menjalankan protokol kesehatan dapat diringkas menjadi 4 M yakni memakai masker,  mencuci tangan, menjaga jarak dan menghindari kerumunan.

Menurutnya, walaupun dalam lingkungan yang sama tetap harus disiplin dalam menjalankan 4 M terutama ketika melakukan interaksi.

“4 M harus tetap dijalankan walaupun satu lingkungan dan satu tempat, kecuali yang sudah lama di lingkungan ini dan dia tidak kemana mana,” ucapnya.

Bupati mengharapkan agar masyarakat terutama yang ada di lingkungan Pontren tetap disiplin menjalankan protkol kesehatan sehingga tidak ada penambahan jumlah kasus baru. Jika saja ada kasus baru, kata bupati, tidak menutup kemungkinan kegiatan di pesantren akan ditutup dan kembali je PSBB.

“Saya harap semuanya disiplin. Karena kalau ada tambahan kasus apalagi ada klaster pesantren, kita akan tutup lagi dan kembali ke PSBB. Itu yang tidak kita harapkan. Sudah lama mengharapkan kembali Pontren bisa berjalan, tapi tolong harus disiplin menjalankan protokol kesehatan,” katanya. (Abas)

Categories: Regional