Bupati Sumedang Hadiri Wisuda Khotmil Qur’an ke-15 Tahun 2019 Pondok Pesantren Al-Hikamussalafiyyah
SUMEDANG, eljabar.com — Bupati Sumedang H Dony Ahmad Munir menghadiri Wisuda Khotmil Qur’an ke- 15 Tahun 2019 Pondok Pesantren Al-Hikamussalafiyyah, Desa Sukamantri, Kecamatan Tanjungkerta, Sabtu malam (31/08/2019).
Bupati dalam Sambutannya mengapresiasi Pondok Pesantren Al-Hikamussalafiyyah yang terus menerus memberikan kontribusi dalam mengembangakan syiar Islam, terutama dalam menghasilkan para penghafal Al-Quran di Kabupaten Sumedang khususnya dan di Negara Indonesia umumnya.
“Terima kasih atas segala bentuk perjuangan, dedikasi dan kerja kerasnya dalam memberikan pendidikan Al-Quran kepada masyarakat Kabupaten Sumedang. Mudah-mudahan dibalas oleh Allah SWT dengan pahala yang berlipat ganda,” kata Bupati.
Ia menambahkan, Pemerintah dan warga Sumedang bangga memiliki Pondok pesantren Al- Hikamussalafiyyah, tempat pencetak hafiz/hafizah penghafal Al-Quran yang menjadi paku bumi untuk Kabupaten Sumedang.
“Terimakasih. Mudah-mudahan keberadaanya terus langgeng menghasilkan generasi terbaik penghafal Al-Quran,” kata Bupati.
Kepada para orang tua santri-santriah yang diwisuda Bupati berpesan agar bersyukur karena mempunyai anak-anak yang hapal Al-Quran.
“Berbahagialah, bersyukur memiliki anak-anak yang hafal Al- Quran 30 Juz.Tidak semua orangtua mendapatkan kebahagian seperti ini. Insyaallah di surga nanti akan memberikan mahkota yang bersinar kepada orangtuanya,” ungkapnya
Kepada para wisudawan wisudawati Bupati juga berpesan agar terus belajar mempelajari, menghafal, mengamalkan, dan membumikan Al-Quran dalam kehidupan keseharian kita.
“Mudah- mudahan dengan wisuda ini bisa menjadi motivasi bagi orangtua, untuk terus menerus mengarahkan putra-putrinya belajar. Dan untuk hafiz-hafizah untuk terus menerus belajar menghafal Al- Quran,” harapnya.
Sementara itu, Gubernur Jawa Barat dalam sambutannya yang dibacakan Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Provinsi Jawa Barat Drs. H .Dady Iskandar, MM mengatakan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat merasa bersyukur dan bangga atas dilaksanakan Wisuda Khotmil Qur’an.
“Ini merupakan salah satu upaya menjaga dan memelihara kemurnian dan kesucian Al-Quran. Kegiatan ini memiliki makna sangat penting dalam mewujudkan ajaran Al- Quran khususnya di lingkungan pondok pesantren,” ungkapnya.
Ia menambahkan, dengan momentum ini diharapkan para hafiz-hafizah dapat mengingatkan kembali masyarakat akan pentingnya nilai-nilai Al- Quran.
“Saya harap agar Al-Quran diaplikasikan dalam kehidupan sehari- hari. Dengan meningkatkan minat masyarakat dalam mempelajari, menghapal, dan mengamalkan kandungan ayat Al- Quran diharapkan akan lahir generasi- generasi Qurani,” katanya.
Sementara Kepala Madrasah Tahfidz Pesantren Al-Hikamussalafiyyah, KH Sa’dulloh, memaparkan bahwa kegiatan wisuda tersebut merupakan program dua tahunan yang diselenggarakan oleh Pesantren Al-Hikamussalafiyyah dan merupakan ‘ruhnya’ pesantren .
“Kegiatan Wisuda Khotmil Qur’an merupakan kegiatan program rutin dua tahunan yang selalu diselenggarakan oleh Pondok Pesantren Al-Hikamussalafiyyah. Kegiatan wisuda ini merupakan salah satu ruh nya pesantren. Wisuda ini sebagai bukti nyata bahwa program menghafal Al-Quran di Pesantren Al-Hikamussalafiyyah berjalan lancar,” kata KH Sa’dulloh.
Dilaporkan olehnya, peserta Wisuda Khotmil Quran Angkatan ke-15 di Madrasah Tahfidz seluruhnya berjumlah 331 santri santriah. Mereka terdiri dari Golongan Bilghoib 10 Juz 8 orang, Golongan Bilghoib Juz Amma Putri 107 orang, Golongan Bilghoib Juz Amma Putra 114 orang, Golongan Binnadzor 30 Juz Putra 29 orang, Golongan Binnadzor 30 Juz Putri 53 orang, Golongan Bilghoib 30 juz Putra 9 orang, dan golongan Bilghoib 30 Juz Putri berjumlah 11 orang.
KH Sa’dulloh juga mengatakan bahwa karena adanya penghafal Al-Quran, bumi ini masih bisa tegak. Untuk itu, para penghafal Al-Quran harus diberikan apresiasi yang luar biasa.
“Dengan adanya para penghafal Al-Quran, bumi ini masih bisa tegak kokoh berdiri dan belum kiamat. Oleh karenanya, mohon kepada pihak pemerintah untuk bisa lebih memperhatikan para penghafal Al-Quran,” kata KH Sa’dulloh. (Abas)







