Bupati Sumedang Jadi Narsum di Acara Diskusi Kemasyarakatan Bersama Unpad – El Jabar

Bupati Sumedang Jadi Narsum di Acara Diskusi Kemasyarakatan Bersama Unpad

Sumedang, eljabar. Com — Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir menjadi pembicara pada Diskusi Kemasyarakatan bersama Rektorat Universitas Padjajaran secara virtual, Kamis (15/7).

Acara tersebut merupakan forum audiensi mengenai repopulasi masyarakat Jatinangor dalam rangka menyambut kedatangan mahasiswa di awal masa pembelajaran 2021/2022.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Padjadjaran (Unpad) Arief Sjamsulaksan Kartasasmita mengatakan, sesuai dengan surat edaran yang disampaikan oleh Mekndikbud mengenai bagiamana sikap setiap universitas dalam menghadapi pandemi di semester mendatang.

“Kami medapat instruksi untuk mulai membuka pembelajaran Luring. Artinya karena kita menganggap ada semacam kehilangan generasi apabila pembelajaran terus dilakukan dalam metode Daring. Ini terbukti dari data yang kami dapatkan, ternyata capaian pembelajaran tidak sesuai dengan yang kita harapkan. Utamanya adalah untuk pembelajaran yang bersifat pencapaian kemampuan skill tertentu yang membutuhkan datangnya mahasiswa ke tempat-tempat pendapatan skill tersebut,” paparnya.

Berdasarkan hal tersebut, akhirnya pihak UNPAD merancang mahasiswa diperbolehkan untuk datang dengan maksimum 30 persen dari jumlah pendidikan yang harus dilakukan secara Luring.

“Jadi ke depan walaupun pandemi berakhir, Unpad tetap akan melakukan kombinasi Daring dan Luring karena kami menganut hybrid university,” ungkapnya.

Tetapi dikatakan Arief, pandemi Covid-19 akhir-akhir ini sangat mengkhawatirkan sehingga Unpad dan Kementerian melakukan perubahan kebijakan.

“Perubahan kebijakan yang akan kita lakukan adalah dengan menunda seluruh rencana yang sudah kita lakukan,” ujarnya.

Dikatakan Arief, semua proses pembelajaran yang sudah dirancang akan ditunda, minimal sampai PPKM sudah terbukti berhasil, atau ada instruksi lain dari pemerintah mengenai PPKM Darurat.

“Sampai dengan tanggal 20 Juli ini kami menghentikan seluruh kegiatan kemahasiswaan dan kegiatan kampus dan kembali 100 persen Daring. Setelah itu, kami akan melihat situasi dan instruksi dari pemerintah mengenai keamanan di kampus,” ucapnya.

Arief juga menyampaikan, Universitas Padjajaran saat ini telah melakukan vaksinasi secara bertahap terhadap mahasiswa, dosen, dan yang lainnya.

“Target kami adalah seluruh mahasiswa tervaksinasi sebelum akhir Oktober 2021.
Mudah-mudahan jika mahasiswa tervaksinasi, setidaknya bisa lebih aman apabila nanti di akhir semester sudah bisa masuk lagi ke kampus,” ungkapnya.

Namun Arief menambahkan, pihaknya juga harus tetap berkoordinasi dengan otoritas kesehatan setempat, dalam hal ini Dinas Kesehatan dan pemerintah daerah, mengenai dampak kedatangan mahasiswa dari berbagai daerah lain secara bergelombang, walaupun sudah divaksin, terhadap kesehatan masyarakat di lingkungannya.

“Apabila masih dianggap menghawatirkan kesehatan masyarakat di lingkungan tersebut, tentu saja kami akan melakukan langkah-langkah yang mendukung kebijakan Dinas Kesehatan dan pemerintah Daerah sumedang,” imbuhnya.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan Kabuapten Sumedang dr. Reny Anton dalam diskusi tersebut mengatakan, kasus Covid-19 masih belum menurun meskipun sudah satu minggu melaksanalan PPKM Darurat.

“Ini akan menjadi kajian bagi kami selaku pemerintah untuk melihat bagaimana keefektifan PPKM ini. PPKM ini sudah kita jalankan dengan baik, tetapi ada hal-hal yang kurang dalam pelaksanaannya. Misalnya masyarakat yang tidak patuh,” ungkapnya.

Reny menambahkan, Dinkes Kabupaten Sumedang saat ini mempunyai wacana untuk melakukan pendiagnosaan melalui antigen.

“Strategi penanggulangan tentu saja harus sinergis, mulai dari testing, tracking, dan treatment. Kemudian bagaimana masyarakat dan pemerintah melakukan pengawalan terhadap PPKM, dan terakhir dengan vaksinasi,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Sumedang Dr. H. Dony Ahmad Munir mengapresiasi acara Diskusi Kemasyarakatan tersebut yang menurutnya merupakan sebuah ikhtiar untuk melakukan persiapan terhadap kebijakan-kebijakan yang akan diambil dengan komunikasi dan koordinasi yang baik.

“Jika persiapannya matang dan semua memiliki peran dan tanggung jawab untuk melaksanakan kebijakan tersebut dengan sebaik-baiknya, maka output dari kegiatan ini ialah warga negara betul-betul terlidungi dan Jatinangor menjadi kawasan yang aman bagi para mahasiswa sehingga mahasiswa yang datang ke Jatinangor pun dalam kondisi yang sehat,” ucapnya.

Menurut Bupati, saat ini Kabupaten Sumedang sedang melakukan PPKM Darurat dan di dalamnya terdapat beberapa kebijakan yang harus dipatuhi bersama, antara lain pembelajaran harus dilakukan secara Daring.

“Sesuai dengan instruksi Mendagri dan Pergub yang menjadi referensi kami dalam mengeluarkan Perbup, untuk seluruh pembelajaran menggunakan metode Daring selama PPKM,” ujarnya.

Namun Bupati juga mengungkapkan, untuk ke depannya akan dikaji kembali seraya berharap PPKM berjalan dengan baik sehingga tidak ada perpanjangan.

“Jika PPKM dinilai berhasil, maka apa yang menjadi kebijakan Mendikbud akan kita kaji dengan sebaik-baiknya setelah kita mengevaluasi dan melihat kebijakan nasional,” terangnya.

Bupati menambahkan, jika kondisi pandemi di Kabupaten Sumedang lebih baik dan kebijakan nasional pun mendukung upaya untuk Luring, maka Pemkab Sumedang akan mendukung dengan membuat kebijakan untuk Luring dengan protokol kesehatan yang ketat.

“Berkaitan dengan ini, tentunya persiapan harus kita matangkan, termasuk Dinkes, Camat, Satgas Kecamatan/Desa untuk mempersiapkan kehadiran mahasiswa ketika nanti kebijakan sudah ditetapkan,” pungkasnya.(abas)

Categories: Pendidikan