Bupati Sumedang Mengeluarkan Peraturan Bupati No. 75 Tahun 2021 Tentang PPKM Level 4 Covid-19, | El Jabar

Bupati Sumedang Mengeluarkan Peraturan Bupati No. 75 Tahun 2021 tentang PPKM Level 4 Covid-19,

Sumedang, eljabar. Com — Menindaklanjuti Instruksi Menteri Dalam Negeri No. 22 Tahun 2021 tentang PPKM Level 4 Covid-19 di Wilayah Jawa dan Bali, Bupati Sumedang mengeluarkan Peraturan Bupati No. 75 Tahun 2021 tentang PPKM Level 4 Covid-19, Selasa (21/7/2021).

Dengan peraturan tersebut, PPKM Darurat diperpanjang mulai tanggal 21 sampai dengan 25 Juli 2021. Oleh karena itu, segala substansi aturan antara PPKM Level 4 dan dengan PPKM Darurat tidak jauh berbeda.

“Walaupun berubah nama, sebenarnya aturan PPKM level 4 tidak banyak berubah dibandingkan aturan PPKM Darurat,” ujar Bupati H Dony Ahmad Munir saat membagikan BLT dari APBD Kabupaten Sumedang kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kelurahan Regolwetan Kecamatan Sumedang Selatan.

Selama PPKM Level 4, operasional supermarket, mini market, pasar rakyat, toko kelontong, dan pasar swalayan yang menjual kebutuhan sehari-hari masih dibatasi sampai pukul 18.00 WIB dengan maksimal pengunjung 25%. Sementara, apotik dan toko obat dapat buka selama 24 jam.

“Kegiatan pada pusat perbelanjaan, mal, dan pusat perdagangan ditutup sementara, kecuali akses untuk restoran, supermarket, dan pasar swalayan,” tuturnya.

Ditambahkan, makan di tempat (dine in) di rumah makan, warung makan dan pedagang kaki lima (PKL) baik yang berdiri sendiri maupun berada dalam mal masih dilarang sebagaimana dilarang semasa PPKM Darurat.

“Adapun pembelian take away di restoran, warung makan, kafe, PKL serta lapak jajanan diperbolehkan sampai dengan pukul 20.00 WIB,” ucapnya.

Begitu pula tempat ibadah tidak mengadakan kegiatan peribadatan/keagamaan berjamaah selama PPKM Level 4 dan mengoptimalkan pelaksanaan ibadah di rumah. Pelaksanaan resepsi pernikahan juga ditiadakan.

“Hal yang sama berlaku untuk sekolah dan pesantren tidak ada yang tatap muka. Jadi semua yang berlaku selama PPKM Darurat masih berlaku pada PPKM Leve 4 ini,” ucapnya.

Bupati menambahkan, apabila hasil evaluasi kasus Covid-19 di Sumedang selama PPKM Level 4 menunjukkan penurunan, maka tanggal 26 Juli 2021 pemerintah akan melakukan pembukaan secara bertahap.

“Apabila pada PPKM Level 4 sampai dengan tanggal 25 Juli 2021 masyarakat dan semua pihak disiplin menjalankan Prokes 5 M sehingga kasus Covid-19 mengalami penurunan, insyaallah di Sumedang akan ada pelonggaran pembatasan kegiatan masyarakat secara bertahap dengan tetap menerapkan Prokes yang ketat,” jujurnya.

Oleh karena itu, Bupati mengajak agar semua menjalankan segala aturan yang ada dalam PPKM Level 4 sehingga semua sektor dapat kembali dibuka.

“Ayo sama-sama disiplin menuju adaptasi kebiasaan baru kembali dengan menjalankan protokol kesehatan yang ketat,” imbau bupati.

Di dalam Inmendagri No. 22 Tahun 2021, di Jawa Barat Kabupaten Sumedang sendiri termasuk Level 3 bersama Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Subang, Kabupaten Pangandaran, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Kuningan, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Garut, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Bogor, Kabupaten Bandung Barat, dan Kabupaten Bandung. Sedangkan Kabupaten Kota lainnya termasuk Level 4.

Kriteria PPKM Level dijelaskan sebagaimana rekomendasi WHO tentang perkembangan Covid-19 di sebuah wilayah. Level 4 adalah situasi di mana ada lebih dari 150 kasus Covid-19 per 100 ribu penduduk, lebih dari 30 kasus yang dirawat di rumah sakit per 100 ribu penduduk, dan lebih dari 5 kasus meninggal per 100 ribu penduduk.

Sementara Level 3, adalah kondisi dimana terdapat 50-150 kasus Covid-19 per 100 ribu penduduk, 10-30 kasus yang dirawat di rumah sakit per 100 ribu penduduk, dan 2-5 kasus meninggal per 100 ribu penduduk di daerah tersebut.(abas)

Categories: Uncategorized