Regional

Bupati Sumedang, Perda Harus Betul-Betul Menjadi Sebuah Alat dan Kebijakan Untuk Memajukan Ponpres

SUMEDANG, eljabar. Com — Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir menjadi Keynote Speaker pada acara Silaturahmi Alim Ulama Menyongsong Perda Pondok Pesantren di Aula Kemenag Kabupaten Sumedang, Kamis (29/4).

Dalam paparannya Bupati menyampaikan, Perda yang akan dibahas harus betul-betul menjadi sebuah alat dan kebijakan untuk memajukan Pondok Pesantren (Ponpes) di Kabupaten Sumedang yang pada akhirnya bisa mewujudkan Sumedang Simpati.

“Oleh karena itulah, forum ini sangat bermanfaat bagi semua fraksi untuk menampung aspirasi dari seluruh para pemangku kepentingan, dalam hal ini para pimpinan Ponpes dan para ulama, untuk menyempurnakan pembuatan Perda tentang Ponpes ini,” ucapnya.

Menurut Bupati, Kabupaten Sumedang sudah menjadi pelopor dalam pembuatan Perda yang berkaitan dengan pendidikan keagamaan.

“Diawali dengan Perda Tahun 2005 tentang penyelenggaraan pendidikan agama yang menyatakan bahwa setiap warga Sumedang beragama Islam wajib mengikuti sekolah diniyah. Jadi siswa SD yang beragama Islam wajib ikut pendidikan diniyah selama empat tahun,” ujarnya.

Dikatakan Bupati, Perda juga harus ditindaklanjuti dengan Perbup agar bisa implementatif.

“Tahun 2013 Perbup sudah berjalan namun belum maksimal. Mulai 2018 Perbup ini saya tekankan kembali sehingga mulai Tahun 2019 siswa SD wajib memiliki ijazah/sertifikat dari MDA, TPA, dan TPQ jika akan masuk ke SMP,” katanya.

Dikatakan, kebijakan tersebut mendorong program pembangunan ruang kobong baru bagi TPA, MDA, TPQ, dan pesantren di Kabupaten Sumedang.

“Ini merupakan ikhtiar-ikhtiar kita untuk mengembangkan pendidikan agama,” ungkapnya.

Bupati juga mengapresiasi upaya dari Fraksi PPP yang mendiskusikan rancangan Perda Ponpes di Kabupaten Sumedang dengan cara menghimpun aspirasi dari para pemangku kepentingan, terutama pimpinan Ponpes.

“Jika pembahasan Perda melibatkan publik seperti ini, pada akhirnya Perdanya akan baik hasilnya, akan berdaya guna dan berhasil guna untuk pengembangan pesantren ke depannya,” pungkasnya.(abas)

Show More
Back to top button