Desa Linggajaya Jadi Role Model Lembur Tohaga di Kabupaten Sumedang

SUMEDANG, eljabar.com — Setelah hampir selama dua bulan lamanya melakukan persiapan, akhirnya Kampung Tangguh atau Lembur Tohaga Lodaya dan Program Ketahanan Polres di Desa Linggajaya Kecamatan Cisitu resmi dicanangkan, Rabu (29/07/2020).

Pencanangan ditandai dengan penekanan tombol sirine dan pemukulan kentongan dipimpin oleh Direktur Binmas Kombes Yudhi Faisal, bersama Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir dan Kapolres Sumedang AKBP Dwi Indra Laksmana.

Dalam Kesempatan tersebut dilaksanakan penyerahan bantuan sosial berupa paket sembako dari Baznas dan PLN kepada Kaum dhuafa dan anak yatim, penyerahan PTSL sertifikat bidang tanah, penyerahan Bantuan langsung Tunai (BLT) dan bantuan beras dari Polres Sumedang.

Setelah itu, kemudian dilanjutkan dengan peninjauan stand pameran, peninjauan posko Lembur Tohaga dan panen raya padi seluas 321 HA produksi 2391 ton GKP Bulan Juli 2020.

Kapolres Sumedang AKBP Dwi Indra Laksmana menyampaikan, Desa Linggajaya merupakan desa pertama yang dijadikan sebagai role model pembentukan Kampung Tangguh atau Lembur Tohaga di Kabupaten Sumedang.

Ia mengatakan, Kampung Tangguh atau Lembur Tohaga ini dibentuk bertujuan untuk mendukung suatu wilayah agar memiliki ketahanan yang tangguh baik dari segi kesehatan, ekonomi, keamanan khususnya menghadapi dampak pandemi covid-19.

Melalui pembentukan Lembur Tohaga Lodaya ini, kata Kapolres, diharapkan dapat memotivasi warga masyarakat diberbagai tingkatan mulai dari tingkat dusun, desa dan kecamatan agar bisa mandiri ditengah persoalan pandemi covid-19.

“Melalui Tohaga Lodaya ini, desa Linggajaya mandiri dari segi perekonomian, kesehatan, dan masyarakatnya tetap produktif ditengah pandemi covid. Inilah yang kita harapkan, dengan konsep ini warganya mandiri dan berdikari dari desa-desa atau lainnya,” ungkapnya.

Senada dengan Kapolres, Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir dalam kesempatan tersebut menyampaikan, pembentukan Lembur Tohaga Lodaya hendaknya dimaknai sebagai sebuah ketahanan desa yang tangguh dari berbagai aspek sehingga menjadi desa yang mandiri.

Ia pun mengapresiasi upaya Polres yang telah menginisiasi pembentukan Lembur Tohaga Lodaya di Desa Linggajaya Kecamatan Cisitu dan mengharapkan desa ini menjadi prototype bagi desa-desa lainnya untuk direplikasi sehingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat ditiap desa.

“Sesuai dengan namanya tohaga, dimaknai tangguh dalam bidang ekonomi, kesehatan, keamanan dan sosial budayanya. Dengan kampung tangguh ini, desa bisa mandiri sehingga bermuara terhadap kesejahteraan masyarakat desa terlebih dalam menghadapi situasi covid saat ini,” kata bupati.

Sementara itu, Kapolda Jabar diwakili Direktur Binmas Polda Jabar Yudhi Faizal turut mengapresiasi upaya Polres Sumedang dalam membentuk Kamoung Tohaga. Berdasarkan data yang ia terima, dari saat ini sudah terbentuk 32 kampung tangguh di tiap kecamatan se-Kabupaten Sumedang.

“Berdasarkan data yang masuk dari Polres, sudah melampaui target, dari 26 kecamatan sudah ada sekitar 32 kampung tangguh. Hal ini tidak terlepas dari peran serta warga masyarakat desa di kabupaten Sumedang yang peduli akan arti kesehatan,” ujarnya.

Lanjut dikatakannya, dengan terbentuknya kampung tangguh masyarakat bisa hidup mandiri ditengah situasi pandemi corona. Ia pun mengharapkan, jika suatu saat pandemi corona ini selesai, program kampung tohaga bisa terus berlanjut.

“Saya berharap nanti ini akan terus berlanjut tidak hanya tiap kecamatan, mudah mudahan tiap desa ada kampung tangguh, kalau corona selesai itu kita tindaklanjuti, baik tangguh keamanannya. Dengan adanya tangguh keamanan kita menggerakan budaya Siskamling dengan melibatkan seluruh lapisan masyarakat,” pungkasnya. (Abas)

Categories: Regional