Uncategorized

Diduga Arogan, Sikap Silvia Putri Pejabat BNI Pamekasan Tuai Kecaman Publik

SUEMENEP, Eljabar.com – Publik menyoroti dugaan sikap tidak profesional yang ditunjukkan oleh seorang oknum pejabat Bank Negara Indonesia (BNI) Cabang Pamekasan, Madura, Jawa Timur, dalam menjalankan tugasnya sebagai bagian dari institusi perbankan milik negara.

Sebagai perpanjangan tangan pemerintah dalam mengelola Badan Usaha Milik Negara (BUMN), pejabat bank dinilai memiliki tanggung jawab moral untuk mengedepankan sikap arif, komunikatif, dan menjunjung tinggi etika pelayanan publik, baik kepada masyarakat, mitra kerja, maupun insan pers.

Berdasarkan kronologi yang disampaikan pihak pengembang, oknum pejabat BNI Cabang Pamekasan bernama Silvia Putri disebut terkesan mempersulit komunikasi dalam penyelesaian persoalan yang tengah berlangsung. Salah satu hal yang disorot adalah dugaan pemblokiran nomor jurnalis oleh yang bersangkutan, yang menurut pihak terkait disertai dengan bukti pendukung.

Selain itu, pihak pengembang menyatakan hingga saat ini belum menerima klarifikasi langsung dari Sdri. Silvia Putri, meskipun persoalan tersebut diklaim telah berjalan sejak November 2025.

Sikap tersebut menuai penilaian negatif dari publik. Pasalnya, seorang pejabat bank—terlebih yang menduduki posisi strategis—dinilai wajib mengedepankan profesionalitas, keterbukaan, serta komunikasi yang sehat dalam menyelesaikan setiap persoalan.

Publik juga menilai bahwa apabila pola komunikasi semacam ini dibiarkan, dikhawatirkan dapat menjadi preseden kurang baik di lingkungan internal BNI. Perilaku pimpinan, secara tidak langsung, berpotensi menjadi contoh bagi staf di bawahnya.

Sebagai salah satu pimpinan di BNI Cabang Pamekasan, Silvia Putri dinilai memiliki peran penting sebagai figur teladan bagi pegawai lainnya, khususnya dalam menjaga etika, sikap, dan nilai-nilai pelayanan.

Pemerhati ekonomi asal Pamekasan, Khairul Kalam, turut memberikan pandangannya terkait persoalan tersebut. Ia menegaskan bahwa pejabat di lingkungan BUMN harus mencerminkan nilai pelayanan publik dan akuntabilitas.

“Pejabat bank BUMN tidak hanya mewakili institusi, tetapi juga membawa nama negara. Karena itu, sikap yang sulit dikomunikasikan, apalagi terhadap insan pers dan mitra kerja, perlu menjadi bahan evaluasi serius,” ujar Khairul Kalam, Selasa (13/2) pagi.

Ia menambahkan bahwa kepemimpinan yang tidak memberi contoh komunikasi yang baik berpotensi berdampak pada budaya kerja secara keseluruhan.

“Ketika pimpinan menunjukkan sikap tertutup dan defensif, budaya kerja seperti itu bisa menular ke bawah. Ini yang harus diantisipasi oleh manajemen BNI,” tegasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak BNI Cabang Pamekasan maupun Sdri. Silvia Putri belum memberikan keterangan resmi terkait hal tersebut. Redaksi tetap membuka ruang hak jawab sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Pers.(Ury)

Show More
Back to top button