Digelontor Rp 87,2 Miliar, Mayoritas Penyediaan Rumah BP2P Jawa IV Diperuntukkan Membangun Rusun Ponpes

SURABAYA, eljabar.com — Upaya percepatan Program Satu Juta Rumah yang dicanangkan Presiden RI, Joko Widodo melalui Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan (PUPR), terus digalakkan. Salah satunya di Direktorat Jenderal Perumahan melalui Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (BP2P) Jawa IV.
Pada semester pertama tahun anggaran 2022, untuk mendorong realisasi program tersebut, BP2P Jawa IV yang membawahi wilayah kerja Jatim-Bali menggelontorkan anggaran sebesar Rp 87,2 miliar yang bersumber dari dana APBN untuk melaksanakan 38 paket pekerjaan konstruksi secara kontraktual.
Paket-paket pekerjaan itu berupa pembangunan rumah susun (Rusun), rumah khusus (RK) dan bantuan Prasarana Sarana Utilitas (PSU) bagi perumahan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
Sejumlah paket pekerjaan tersebut tersebar di wilayah Jatim dan Bali. Targetnya, semua paket pekerjaan dapat terkontrak bulan Juli dan selesai bulan Desember.
Kepala BP2P Jawa IV, Sultan Sidik Nasution melalui Kepala Seksi (Kasi) Pelaksanaan Wilayah 1 BP2P Jawa IV, Aditya Viko Vignata, mengungkapkan bahwa alokasi anggaran sebesar itu mayoritas diperuntukan untuk pembangunan rusun bagi pondok pesanteren (Ponpes).
Selain untuk hunian, rusun pondok pesantren juga diharapkan mendukung tempat belajar bagi santri dan penataan kawasan.
“Semoga rusun bisa memberikan kontribusi nyata bagi santri dalam menimba ilmu,” kata Aditya Viko Vignata di kantornya, dikutip dari harianjatim.net, Jum’at (27/05/2022).
Selanjutnya Viko menjelaskan bahwa pembangunan rusun ponpes merupakan bagian dari Program Satu Juta Rumah yang dicanangkan Presiden tahun 2015 lalu di Ungaran, Semarang, Jawa Tengah. Program ini merupakan bagian dari Nawa Cita dan Proyek Strategis Nasional (PSN).
“Ini merupakan bentuk perhatian dan keseriusan pemerintah dalam penyediaan rumah dan penataan kawasan lingkungan pendidikan,” ujar Viko.
Ia pun menjelaskan, rencana pembangunan rusun Ponpes berbeda dengan rusun MBR. Rusun Ponpes dibangun dengan model mirip barak dilengkapi fasilitas kamar tidur, meja belajar, lemari, listrik dan air bersih. Pada tiap lantai terdapat tempat wudhu, toilet, WC, janitor dan pantri.
“Dengan ketersedian beragam fasilitas tersebut tentunya para santri dapat merasa nyaman selama menempuh pendidikan di ponpes dan mendidik generasi muda agar terbiasa hidup di hunian vertikal,” imbuhnya.
Viko lantas membeberkan sejumlah rencana pelaksanaan pembangunan tahun 2022 yang akan masuk proses lelang. Terdiri dari 38 paket pekerjaan. Untuk Provinsi Jawa Timur terdapat 31 paket pembangunan rusun dengan total nilai pagu anggaran senilai Rp 59.143.438.000. Untuk Provinsi Bali terdapat 2 paket pekerjaan dengan pagu anggaran sebesar Rp 18.633.500.000.
Sementara paket adalah pembangunan rumah khusus (RK) dan paket pekerjaan pembangunan rumah umum dan komersial (RUK) berupa bantuan PSU rumah umum MBR.
“Total paket pekerjaan kontraktual tahun ini berjumlah 38 paket dengan nilai pagu anggaran sebesar Rp 87.272.834.000 yang tersebar di wilayah Provinsi Jatim dan Bali,” beber Viko.
Viko menargetkan pada bulan Juli semua paket pekerjaan sudah dapat terkontrak dan selesai pada bulan Desember.
“Semoga semuanya lancar dan berjalan sesuai target,” harapnya.
Pembangunan rusun di Provinsi Jatim, lanjut Viko, rencananya dilaksanakan di Kabupaten Jember, Bangkalan, Trenggalek, Lamongan, Jombang, Kediri, Kota Kediri, Kota Madiun dan Kota Surabaya.
Sementara untuk paket pekerjaan pembangunan rumah khusus rencananya akan dilaksanakan di Kabupaten Sidoarjo.
Selanjutnya paket pekerjaan pembangunan rumah umum dan komersial berupa bantuan PSU rumah umum MBR akan dilaksanakan di Kabupaten Lumajang, Jember, Malang, Mojokerto, Gresik dan Kediri.
Sedangkan untuk paket pekerjaan pembangunan rumah susun di Provinsi Bali rencananya dilaksanakan di Kabupaten Bangli secara Multi Years Contract (MYC) tahun 2022 – 2023.
Sementara itu, pada tahun 2021 lalu, lanjut Viko, pihaknya telah melaksanakan 4 paket pekerjaan pembangunan rusun dengan mekanisme kontrak tahun jamak (MYC) tahun 2021 – 2022 yang berlokasi di Kabupaten Sumenep dan Kabupaten Malang Provinsi Jatim.
Rinciannya, 2 paket fisik dan 2 paket manajemen konstruksi (MK), serta paket pekerjaan dengan mekanisme kontrak tahun tunggal (SYC) yakni 1 paket meubelair. Total nilai pagu paket pekerjaan tersebut sebesar Rp 9.495.896.000.
“Dibandingkan dengan tahun lalu, pagu anggaran paket pekerjaan konstruksi tahun ini ada peningkatan yang signifikan,” tutup Viko. (*wn)







