Dikritik Dewan Kota Bandung, Komut PT BII Bilang Sudah Ada Perbaikan Kinerja - El Jabar

Dikritik Dewan Kota Bandung, Komut PT BII Bilang Sudah Ada Perbaikan Kinerja

BANDUNG, eljabar.com — Komisaris Utama (Komut) Dadang Supriatna mengapresiasi positif kritisi DPRD Kota Bandung terkait belum optimalnya bussiness plan PT Bandung Infra Investama (BII).

“Iya, kita sudah dengar. Kan butuh proses untuk kesana (perbaikan kinerja-red),” ujarnya, di Balai Kota Bandung, Senin (21/9/2020).

Menurutnya, jajaran manajemen baru PT BII sedikit banyaknya telah memberikan kontribusi yang positif bagi keuangan daerah. “Manajemen lama kan yang merugi Rp 5 miliar, kita sudah ada perbaikan. Sudah ada kontribusi, tapi mungkin dinilainya belum menutup kerugian yang terdahulu,” kata Dadang.

Sebagaimana diketahui, PT BII memiliki dua proyek besar. Pertama pengembangan kawasan lahan eks kawasan industri Kiaracondong seluas 13,2 hektare. Di lokasi itu telah dibangun pusat bisnis terpadu mulai dari apartemen, perkantoran dan pusat perbelanjaan. Selain itu, PT BII juga memiliki proyek ducting atau pemindahan kabel telekomunikasi ke bawah tanah di seluruh Kota Bandung sepanjang 1.176 Km dengan nilai Rp1,3 triliun.

Anggota DPRD Kota Bandung Fraksi Demokrat dan PPP Yusup Supardi.

“Itu kan (kawasan industri Kiaracondong-red) belum yah, terganggu pandemi (Covid-19-red),” tukas Dadang.

Sebelumnya, anggota Fraksi Demokrat dan PPP DPRD Kota Bandung, Yusup Supardi, melemparkan kritik tajam terhadap performa perusahaan tersebut. Sebab sejak dibentuk pada 2017 hingga kini, belum ada kejelasan tentang business plan yang berhasil dijalankan.

“Didirikan sejak 2017 sudah merugi Rp 5 miliar. Sampai sekarang belum ada perbaikan performa perusahaan,” ucapnya.

Diakui Yusup, dirinya sejak awal telah mempertanyakan landasan penyertaan modal Pemkot Bandung Rp 600 miliar kepada PT BII.

“Proyeksi tidak jelas, neraca keuangan juga tidak jelas. Sekarang kita memberikan modal pada perusahaan yang belum sehat,” ungkap Yusuf.

Dijelaskan, Fraksi Demokrat-PPP DPRD Kota Bandung, menyorot tajam pelaksanaan pembangunan aset Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung yang diberikan kepada PT Bandung Infra Investama (BII) sebagai penyertaan modal.

“Sejak itu (Perda Penyertaan Modal Pemkot Bandung kepada PT BII-red) tidak ada kontribusi yang optimal ke kas daerah. Percuma kalau cuma Rp 1,6 miliar dari bunga deposito,” ujarnya.

Menurut Yusup, dalam Perda 02/2019, Pemkot Bandung memberikan penyertaan modal berupa tanah, masing-masing seluas 34.41 meter persegi di Kelurahan Derwati, Kecamatan Rancasari (Rp 39,23 miliar) dan di Kelurahan Kebon Waru, Kecamatan Batununggal seluas 132.352 meter persegi (Rp 579, 417 miliar).

“Derwati itu kalau menurut businees plan PT BII akan dibuat rumah susun, yang di Kebon Waru untuk pusat bisnis terpadu, ternyata dua-duanya tidak memberikan dampak positif bagi keuangan daerah,” tukasnya.

Selain itu, kata Yusup, rencana bisnis PT BII yang konon bisa menghasilkan Rp 2,75 miliar per bulan dari ducting, juga tidak ada kejelasan lebih lanjut.

“Kami sudah sampaikan ke Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) kalau sampai akhir tahun ini PT BII tidak melakukan kegiatan sesuai businees plan-nya, fraksi akan mengusulkan kepada pimpinan dewan agar menarik kembali Perda PT BII,” tandas Yusup.

Diungkapkan, pihaknya meragukan perkembangan perusahaan PT BII karena hingga saat ini belum terlihat ada pergerakan proyek yang bisa memberikan dampak positif bagi keuangan daerah. *rie

Categories: Regional