Nasional

Direktur Kepatuhan Internal SDA: Pentingnya Manajemen Risiko Dalam Pekerjaan Infrastruktur

YOGYAKARTA, eljabar.comDirektur Kepatuhan Intern Ditjen Sumber Daya Air (SDA) Kementerian PUPR Mochamad Mazid mengunjungi lokasi pembangunan Bendungan Bener di Purworejo pada Jumat (28/5). Pada kesempatan tersebut dirinya menjelaskan pentingnya manajemen risiko dalam pekerjaan infrastruktur, terkhusus pada proyek pembangunan Bendungan Bener.

“Jika ditemui suatu masalah, lakukan penyelesaian secara komprehensif, yang utama adalah menyelesaikan masalah sosial. Selain itu juga lakukan keselarasan antara jadwal pengadaan tanah (Bendungan Bener) dan jadwal konstruksi,” terangnya.

Lebih lanjut Mazid menekankan agar dalam mengendalikan konflik harus dibuat basis komunikasi yang disepakati bersama antara pihak pengguna dan penyedia jasa, sehingga proges fisik dan keuangan tidak terhambat.

“Terkait serah kelola lahan, agar dimatangkan lagi regulasi, implementasi positif, serta target waktu kontraknya. Hal tersebut nantinya menjadi patokan atau komitmen yang harus diwujudkan semua pihak,” papar Mazid.

Mazid berpesan agar dalam bekerja usahakan untuk tetib administrasi, tertib progres fisik dan tertib manfaat. Selain itu upayakan perkecil adanya  pengaduan, perkecil adanya temuan, dan perkecil adanya ketidakbermanfaatan konstruksi.

Sementara itu Kepala Subdirektorat Pengendalian Kepatuhan Intern dan Manajemen Risiko Ditjen SDA Muhammad Tahid menjelaskan perlunya profil resiko untuk mengecek adanya masalah yang terjadi dalam suatu pekerjaan.

“Manajemen risiko pembangunan bendungan berguna untuk mengidentifikasi masalah dan mengendalikan masalah tersebut. Manajemen risiko nantinya agar dibahas bersama kontraktor dan konsultan, bukan hanya satker dan ppk,” jelasnya.

Turut hadir mendampingi kunjungan tersebut jajaran pimpinan BBWS Serayu Opak antara lain Kepala Bagian Umum dan Tata Usaha Pradah Dwiatmanta, Kepala Bidang PJSA Yosiandi Radi Wicaksono, Kepala SNVT PJPA Andi Arwik.

Selain itu hadir juga Subkor Kepegawaian dan Umum Budi Riyanto, PPK Perencanaan Bendungan Cristina Dwi Yuliningtyas, PPK Bendungan I M.Yushar Yahya Alfarobi, PPK Bedndungan II Triyanto, PPK Irigasi dan Rawa II Corri Eriza, PPK Sungai dan Pantai II Sony Santoso dan PPK Sungai serta Pantai I Jimmy Charles Roynald Ndun.

Tujuan manajemen risiko secara umum adalah untuk melindungi dari risiko signifikan yang dapat menghambat pencapaian tujuan, mendorong setiap pegawai untuk hati-hati dalam bertindak.

“Setelah adanya manajemen risiko yang matang akan diketahui potensi masalah mana yang besar, yang kemungkinan akan terjadi, untuk kemudian fokus pada hal tersebut dan mencari penyelesaian masalah,” pungkas Tahid.

Selain mengunjungi proyek pembangunan Bendungan Bener, rombongan Direktorat Kepatuhan Intern SDA juga mengunjungi proyek irigasi di Kedung Putri Purworejo, dan proyek Pengendali Banjir Bandara Yogyakarta International Airport (YIA). (iq/*wn)

Show More
Back to top button