Dosen Bioteknologi Mikroba SITH ITB, Latih Petani Ubah Limbah Organik jadi Biogas – El Jabar

Dosen Bioteknologi Mikroba SITH ITB, Latih Petani Ubah Limbah Organik jadi Biogas

Sumedang, eljabar. Com ,- Bentuk pengabdian kepada masyarakat dan program Tri dharma perguruan tinggi, Kelompok Keilmuan (KK) Bioteknologi Mikroba Sekolah Ilmu Teknologi Hayati (SITH) ITB menggelar pelatihan Potensi Limbah Organik Sebagai Bahan Bakar Terbarukan ‘Biogas’ kepada petani yang tergabung dalam Forum Komunikasi Gunung Geulis, Desa Jatiroke, Kecamatan Jatinangor Kabupaten Sumedang, Sabtu (6/11).

Tampak hadir Dekan SITH ITB Dr Endah Sulistyawati serta ketua KK Bioteknologi Mikroba SITH ITB, Prof. Dr. Pingkan Aditiawati MS, serta 8 dosen yang sama sama mengikuti pelatihan tersebut. Sebanyak 28 petani dari 8 Desa di sekitaran KHDT Gunung Geulis Desa Jatiroke turut hadir dalam pelatihan tersebut.

Bahkan, Kepala Desa Jatiroke yang baru Ulan Ruslan dan Babinsa serta Babhinkamtibmas juga turut hadir.

Dr Anriansyah Renggaman selaku pembicara dalam pelatihan ini membawakan materi pelatihan ‘Potensi Limbah Organik sebagai Bahan Bakar Terbarukan ‘Biogas’. Selain memberikan materi pelatihan, tim KK Bioteknologi Mikroba SITH ITB ini praktek lapangan membuat Biogas dari kotoran hewan ternak.

“Latihan yang kita adakan ini membagikan ilmu kepada masyarakat, mengenai aplikasi teknologi untuk mengolah limbah limbah organik yang dihasilkan di masyarakat untuk menghasilkan biogas. Selain pembuatan biogas, kita juga dapat menghasilkan pupuk organik cair, dan organik padat,” kata Anriansyah Renggaman.

Anriansyah menambahkan, tujuan pelatihan ini adalah melaksanakan program Kelompok Keilmuan Bioteknologi Mikroba SITH ITB, dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Diharapkan, transfer ilmu yang diberikan akan bermanfaat bagi masyarakat apalagi Biogas sangat bermanfaat bagi kehidupan masyarakat dan ramah lingkungan.

“Kita undang kelompok tani dari Forum Komunikasi Gunung Geulis, dan alhamdulilah masyarakat yang datang ada 28 orang dari 8 desa di sekitar kawasan Gunung Geulis. Seperti dari Desa Jatiroke, Jatimukti, Cisempur, Cinanjung, Manguarga, Sawahdadap, Raharja, dan Sawahdadap. Kebetulan acaranya di Jatiroke, jadi lebih banyak warga Desa Jatiroke kecamatan Jatinangor,” ujarnya.

Menurutnya kawasan Gunung Geulis Desa Jatiroke merupakan kawasan hutan dengan tujuan khusus (KHDTK) dibawah pengelolaan SITH ITB. Sehingga, perlu diperhatikan oleh SITH ITB. Kebetulan, kata dia, petani di kawasan Gunung Geulis tergabung di Forum Komunikasi Petani Gunung Geulis dibawah pimpinan Saepudin.

“Ya tujuan pelatihan ini kita fokuskan ke kotoran hewan saja dulu, biar tidak terlalu bervariasi. Namun, nantinya teknologi ini daapt diaplikasikan juga untuk mengelola limbah organic lainnya yang umum dihasilkan oleh masyarakat. Biogas yang dihasilkan bisa digunakan untuk energi terbarukan dan menjadi Bahan bakar alternatif rumah tangga. Kebetulan, kita juga memakai tong sampah, jadi lebih efisien tempatnya, tidak memakan tempat luas,” ujarnya.

Categories: Regional