DP2KBP3A Kota Sukabumi Terus Gencar Mensosialisasikan Pencegahan KDRT dan TPPO

SUKABUMI,eljabar.com – Pemkot Sukabumi melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kota Sukabumi, terus gencar mensosialisasikan pencegahan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) kepada masyarakat.
Kali ini, sosialisasi tersebut, DP2KB3A bekerjasama dengan Kecamatan Warudoyong dan Keluarahan Sukakarya, melibatkan 100 keluarga binaan Program Peningkatan Peranan Wanita Menuju Keluarga Sehat dan Sejahtera (P2WKSS). Kegiatan tersebut di buka langsung oleh Penjabat (Pj) Wali Kota Sukabumi, Kusmana Hartadji, dan Pj Ketua TP-PKK Kota SUkabumi, Diana Rahesti, di Kelurahan Sukakarya. Rabu, (25/09/2024).
Kepala DP2KBP3A Kota Sukabumi, Yadi Mulyadi, mengatakan, bahwa sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, diantaranya mengenai perlindungan hukum terhadap korban KDRT maupun TPPO.
“Sosialisasai ini juga dihadiri oleh Kader TP – PKK, Kader Motekar atau Motivator Ketahanan Keluarga, serta fasilitator Sekolah Perempuan Jawa Barat,”singkatnya.
Penjabat Ketua TP – PKK Kota Sukabumi, Diana Rahesti, dalam sambutannya menyampaikan, pentingnya meningkatkan ketahanan keluarga agar terhindar dari KDRT, yang akan menimbulkan berbagai dampak negative. Seperti, menurunnya kualitas sumber daya manusia para generasi penerus.
“Dalam penanganan KDRT, Pemkot Sukabumi melalui DP2KBP3A telah memiliki UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak, yang sejauh ini menangani 65 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak,”bebernya.
Serupa juga diungkapkan oleh Pj Wali Kota Sukabumi, Kusmana Hartadji, bahwa ketahanan keluarga harus dibangun, salah satunya dengan memastikan pola komunikasi didalam keluarga tetap terjaga. Kusmana juga mengajak, para peserta sosialisasi serta seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan agar kasus KDRT dan TPPO bisa dihindari.
“Saling mengingatkan, dan yang terpenting adalah komunikasi antar warga. Sehingga hal – hal yang tidak diinginkan bisa tertanggulangi sejak awal,”pungkasnya.(anne)







