DPPKB Targetkan 2022 Semua Desa di Kabupaten Sumedang Memiliki Kampung KB – El Jabar

DPPKB Targetkan 2022 Semua Desa di Kabupaten Sumedang Memiliki Kampung KB

Sumedang,eljabar.com — Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Sumedang menargetkan di Tahun 2022  semua desa di Kabupaten Sumedang memiliki Kampung KB.

Hal itu terungkap pada kegiatan pencanangan ‘Kampung KB Saati’ di Dusun Cijeruk Desa Citali Kecamatan Situraja oleh Wakil Bupati H Erwan Setiawan, Kamis (9/9).

“Atas arahan pimpinan bahwa pada Tahun 2022 seluruh desa harus sudah membentuk Kampung KB yang merupakan sebuah ‘gerbong’ dimana kegiatan-kegiatan masyarakat disatukan bersama dalam sebuah kumpulan dalam pelaksanaan Delapan Fungsi Keluarga,” ucap Kepala DPPKB Ani Gestaviani.

Menurutnya, harapan tersebut tidak muluk-muluk, mengingat sampai saat ini ada 57 Kampung KB yang sudah dibentuk.

“Kampung KB “Saati” ini merupakan pionir pertama yang berani membentuk Kampung KB mandiri dalam percepatan pembangunan, khususnya di Desa Sukatali. Kita harapkan di desa-desa lainnya turut mengikuti jejaknya,” ucapnya.

Dikatakan, Kampung KB merupakan program pembangunan keluarga yang termasuk ke dalam program nasional Nawacita.

“Kampung KB merupakan sebuah produk atau kegiatan yang membantu pemerintah dalam mempercepat pencapaian visi misinya juga membantu masyarakat setempat dalam meningkatkan kesejahteraan,” ujarnya.

Sementara itu, Wabup H Erwan Setiawan mengatakan, Kampung KB “Saati” bisa menjadi role model untuk pembentukan Kampung KB secara mandiri bagi desa-desa lainnya.

“Saya berharap tahun depan seluruh desa di Kabupaten Sumedang sudah mempunyai Kampung KB seperti ini. Dengan dukungan dari berbagai pihak, semoga keberadaan Kampung KB di seluruh desa di Sumedang segera terbentuk,” ungkapnya.

Sebagai dukungan terhadap Kampung KB, Bupati meminta agar Dana Desa tidak hanya diperuntukkn bagi pembangunan fisik saja, namun juga pembangunan sumber daya manusia, misalnya dengan cara menekan angka pernikahan dini.

“Jika pernikahan dini mampu diminimalisir, maka akan membantu mengurangi generasi stunting. Karena menikah bukan hanya butuh kesiapan fisik, mental, dan finansial akan tetapi diperlukan pemahaman dalam merawat dan memberi asupan makanan yang baik dan benar agar anak tidak stunting,” ujarnya.

Wabup juga mengapresiasi kinerja Kampung KB Desa Sukatali yang mampu menurunkan angka stunting bayi di bawah 2 tahun dari 8 orang menjadi 2 orang, dan bayi di atas dua tahun dari 24 menjadi 15 orang.

“Diharapkan ke depan Desa Sukatali menjadi Desa Zero New Stunting, yakni tidak ada satupun anak-anak yang menderita stunting atau gagal tumbuh yang baru karena saya menargetkan zero new stunting pada tahun 2023,” tuturnya.

Categories: Regional