Nasional

DPU Bina Marga Jatim Jalin Kerjasama Penanganan Jembatan Buk Putih Bangorejo Banyuwangi

SURABAYA, eljabar.com — Road Care for Integrated Collaboration System merupakan salah satu inovasi yang telah diluncurkan oleh Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Bina Marga Provinsi Jawa Timur untuk mewujudkan layanan infrastruktur, khususnya jalan dan jembatan yang lebih efektif, efisien, mantap, handal, serta terintegrasi.

Salah satu implementasi dari inovasi tersebut diwujudkan dalam penandatanganan kontrak dan kerjasama penanganan Jembatan Buk Putih Bangorejo Banyuwangi, dengan pihak swasta yaitu PT. Bumi Suksesindo. Acara ini berlangsung di ruang rapat DPU Bina Marga Jatim, Jl. Gayung Kebonsari No. 167 Surabaya, pada Kamis,9 November 2023.

Kepala DPU Bina Marga Jatim, Edy Tambeng Widjaja mengatakan bahwa kolaborasi sangat diperlukan. Pasalnya, jalan dan jembatan merupakan kewenangan pemerintah, sehingga diperlukan informasi atau kebutuhan aktivitas pertambangan PT. Bumi Suksesindo saat pengerjaan, agar tidak menimbulkan masalah teknis atau isu sosial.

“Jalan dan Jembatan Buk Putih ini dilalui oleh kendaraan logistik dari aktivitas pertambangan PT. Bumi Suksesindo. Karena jalan dan jembatan tersebut merupakan kewenangan pemerintah, harapannya apa yang dibutuhkan oleh PT. Bumi Suksesindo selama pengerjaan bisa kami support,” ujar Edy.

Sementara itu, Direktur PT. Bumi Suksesindo Teddy mengapresiasi kesempatan dan ruang diskusi yang diberikan. Saat ini pihaknya telah menunjuk konsultan yang akan menjelaskan aspek teknis secara mendetail dalam kontrak kerjasama ini.

“Ketika mendengar bahwa kondisi Jembatan Buk Putih memerlukan perbaikan, kami bergerak cepat dengan membuat berita acara yang bisa segera dieksekusi. Kami juga memiliki konsultan yang akan menjelaskan teknisnya secara terperinci,” terang Teddy.

Ditemui pada kesempatan yang sama, Konsultan PT Bangun Persada Selaras, Slamet Harianto menjelaskan bahwa pembangunan Jwmjatan Buk Putih membutuhkan keterlibatan sejumlah instansi.

“Jembatan Buk Putih ini menyeberangi saluran irigasi dengan bangunan air di bawahnya yang memecah arus sungai menjadi empat jalur saluran irigasi. Yang perlu ditangani adalah aliran utama dengan debit air terbesar. Aliran air tidak boleh terhenti selama pengerjaan, sehingga diperlukan kolaborasi dengan OPD terkait,” terang Slamet.

Acara penandatanganan kontrak dan kerjasama tersebut juga dihadiri oleh Sekretaris Dinas PU Bina Marga, Kabid Pengaturan dan Pengendalian, Kabid Bina Teknik, Kabid Pembangunan dan Peningkatan, Kabid Pemeliharaan, Kasubag Umum dan Kepegawaian serta Kepala UPT PJJ Banyuwangi. (bmnews/wn)

Show More
Back to top button