Dua Desa di Sumenep Gagal Ikut Pesta Demokrasi Pilkades 2021 – El Jabar

Dua Desa di Sumenep Gagal Ikut Pesta Demokrasi Pilkades 2021

SUMENEP, eljabar.com — Rencana pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak pada bulan Agustus 2021 di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, kembali ditunda hingga dua bulan ke depan.

Hal tersebut sesuai dengan Surat Edaran (SE) Menteri Dalam Negeri Nomor 141/4251/SJ, tentang pelaksanaan Pilkades serentak. dalam SE tersebut di jelaskan bahwa pelaksanaan Pilkades yang semula direncanakan pada tanggal 09 Agustus 2021 ditunda hingga tanggal 09 Oktober 2021 mendatang.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sumenep, Moh. Ramli melalui Kabid Pemdes Supardi menjelaskan, setidaknya terdapat 86 desa di Kota Keris ini yang akan melakukan Pilkades serentak.

Namun sayang, ada dua desa yang tidak bisa mengikuti Pilkades pada tahun ini, yakni Desa Lombang, Kecamatan Gili Genting dan Desa Batu Ampar, Kecamatan Gulukguluk.

Menurut Supardi, Desa Lombang Kecamatan Gili Genting gagal melaksanakan Pilkades lantaran salah satu calon Kepala Desa (Cakades) di desa tersebut meninggal dunia dan hanya terdapat 2 Cakades untuk sementara ini.

“Sementara bakal calon yang bisa ditetapkan minimal 2 dan maksimal 5, jadi kalau satu tidak bisa ditetapkan,” kata Supardi. Kamis (19/08/2021).

Sedangkan Desa Batu Ampar Kecamatan Gulukguluk, imbuh Supardi, tidak bisa melaksanakan Pilkades disebabkan panitia di desa tersebut tidak mengikuti petunjuk Kabupaten.

“Maka harus ikut Pilkades berikutnya, dan yang menjabat adalah PJ hingga Pilkades berikutnya,” ujarnya.

Meski demikian, Supardi mengatakan penundaan pelaksanaan Pilkades tidak akan merubah tahapan+tahapan yang sudah selesai sebelumnya.

“Kalau tahapannya tidak berubah, jadi apa yang sudah ditetapkan kemarin tetap berlaku. Hanya saja selama penundaan ini kita jeda, nanti tinggal melanjutkan ke tahapan selanjutnya,” tegasnya.

Maka dari itu, untuk mengisi kekosongan pemerintah di desa yang akan melakukan Pilkades tersebut, selama penundaan Pilkades itu akan dijabat oleh Penanggung Jawab (PJ) dari kecamatan.

“Sekarang yang bertanggung jawab adalah PJ, sampai nanti kepala desa terpilih dilantik. Cuma itu bertahap selama tiga bulan, itu tergantung bupati,” tutupnya. (ury)

Categories: Politik