Erwan Ajak Pengusaha Sumedang Ikut Sosialisasikan Protokol Kesehatan di Masa AKB - El Jabar

Erwan Ajak Pengusaha Sumedang Ikut Sosialisasikan Protokol Kesehatan di Masa AKB

SUMEDANG, eljabar.com — Menjelang berlakunya adaptasi kebiasaan baru (AKB) yang akan dilaksanakan 2 Juni 2020 mendatang, Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang mulai melakukan persiapan dengan menggelar sosialisasi secara masif.

Sosialisasi dilaksanakan secara bertahap selama tiga hari bersamaan dengan pelaksanaan simulasi AKB di beberapa tempat.

Sosialisasi dengan para pelaku usaha berlangsung di Pendopo IPP, Sabtu (30/5/2020) dan dihadiri langsung oleh Bupati Dony Ahmad Munir, Wakil Bupati Erwan Setiawan, dan unsur Forkopimda.

Kegiatan tersebut sebagai salah satu langkah strategis pemerintah daerah dalam mengedukasi masyarakat agar pelaksanaan AKB berjalan sesuai dengan anjuran protokol kesehatan.

“Saat ini Sumedang termasuk dalam kategori moderat yakni berada di level 2 atau zona biru dengan nilai 7 sehingga bisa menjalankan AKB,” ujarnya.

Namun demikian, bupati mewanti wanti bahwa keadaan belum bisa dikatakan aman walaupun di Sumedang penyebaran Covid-19 sudah terkendali.

“Tetap harus waspada. Ada potensi empat ribu orang lebih yang belum melewati masa inkubasi empat belas hari, meski setengahnya sudah lolos swab test dan rapid test,” ungkapnya.

Menurut Bupati, penetapan AKB yang akan dijalankan di Sumedang telah melalui proses yang saintifik dan empirik atas arahan para ahli serta searah dengan kebijakan yang digariskan oleh Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Atas dasar tersebut, cukup alasan bagi Kabupaten Sumedang melaksanakan AKB,” tuturnya.

Dikatakannya, selain euforia warga, hal-hal yang harus diantisipasi ketika memulai AKB adalah kesiapan regulasi dan SOP, sosialisasi, edukasi dan simulasi yang masif, serta kesiapan SDM, dan sarana prasarana pendukung protokol kesehatan.

“Jangan sampai terjadi euforia, kawas kuda leupas ti gedogan sehingga warga berjubel dimana-mana. Kata kuncinya persiapkan dengan matang, protokol kesehatan harus ketat serta disiplin. Jika tidak disipilin, kami akan kembalikan lagi dengan pola PSBB,” tegas bupati.

Dikatakan bupati, pembukaan aktivitas saat new normal dikelompokkan secara bertahap.

“Pertama untuk rumah sakit, fasilitas kesehatan, perkantoran, hotel, perbankan, industri, warung makan, kafe, supermarket bahan pokok, minimarket, pasar rakyat, terminal, tempat ibadah dimulai aktivitasnya 2 Juni 2020. Adapun lokasi wisata dan mal mulai aktivitasnya pada 9 Juni 2020. Selanjutnya taman-taman, penyelenggaraan acara, hiburan dan olahraga berkelompok dimulai 21 Juni 2020. Kemudian sekolah, perpustakaan, salon, spa, dan barbershop menunggu ketentuan dan kajian lebih lanjut,” katanya.

Sementara itu, Wakil Bupati Erwan Setiawan dalam kesempatan tersebut mengajak para pengusaha di kabupaten Sumedang, agar berperan aktif menyosialisasikan protokol kesehatan pada masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) kepada para pengunjung.

Erwan mengatakan, sosialisasi protokol kesehatan juga harus didukung dengan sarana dan prasarana seperti tempat dan sabun cuci tangan, imbauan memakai masker dan pengecekan suhu tubuh yang memadai, bukan hanya sekedar formalitas.

“Tempat cuci tangan yang disediakan harus memadai, airnya mengalir dan sabunnya ada. Jangan hanya memenuhi syarat semata saja. Cek tiap tempat cuci tangannya,” katanya.

Lebih lanjut Erwan mengatakan, pengusaha harus rajin menyemprotkan disinfektan secara berkala di tempat usahanya mengingat tidak semua pengunjung mengerti dan menjalankan protokol kesehatan.

Dikatakan, Sumedang merupakan salah satu daerah lintasan di Jawa Barat, yang mana dilalui atau didatangi pihak-pihak dari luar yang bisa saja dari daerah zona merah.

“Saat ini status Sumedang belum 100% aman dari Covid-19, baru sampai pada level 2 zona biru, belum hijau. Kita masih belum aman. Makanya kedisiplinan harus ditingkatkan,” ungkapnya. (Abas)

Categories: Pemerintahan