FAKN Diminta Tidak Menampilkan Atau Mempertontonkan Pertunjukan Seni Dan Kebudayaan Secara Live – El Jabar

FAKN Diminta Tidak Menampilkan Atau Mempertontonkan Pertunjukan Seni Dan Kebudayaan Secara Live

SUMEDANG,eljabar.com — Dalam rangka menyambut Festival Adat Kearajaan Nusantara (FAKN) I, dilaksanakan rapat koordinasasi (rakor) di Gedung Srimanganti Museum Sumedang, Senin (27/9/2021).

Rakor dihadiri Kasatpol PP Sumedang, Selaku Ketua Bidang Gakumplin Satgas Covid 19, Bambang Rianto, Kepala Disparbudpora Kabupaten Sumedang, Hari Tri Santosa, Disdik Kabupaten Sumedang diwakili Agus Wahidin, dan pihak lainnya.

Dalam rakor, Kasatpol PP Kabupaten Sumedang menyampaikan agar panitia penyelenggara tidak menampilkan atau mempertontonkan pertunjukan seni dan kebudayaan pada saat FAKN I Tahun 2021 digelar secara live.

“Panitia penyelenggara FAKN I agar mempertunjukan seni dan budaya secara virtual sehingga kegiatan FAKN I ini tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” kata Bambang.

Ia juga meminta panitia penyelenggara FAKN I menerapkan protokol kesehatan secaran ketat dengan berkoordinasidengan dinas atau intansi terkait agar tidak menimbulkan cluster baru penyebaran Covid 19 di Kabupaten Sumedang, umumnya di Republik Indonesia, karena FAKN I diikuti oleh 43 kerajaan yang ada di Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Sementara Kepala Disparbudpora Kabupaten Sumedang, Hari Tri Santosa menegaskan, kegiatan ini akan dilakukan secara live melalui YouTube, sehingga seluruh warga Sumedang dapat melihat bagaimana pakaian raja-raja se Nusantara, dan Sumedang Puseur Budaya Sunda Perda nomor 1 2020, bisa dilihat oleh raja-raja Nusantara.

Hanya saja hasil rapat tadi siang kita masih PPKM level 3. Semua budaya secara virtual jadi dishooting, direkam dan nanti ditampilkan sesuai randown. Lalu pada saat pengambilan gambar juga tidak ada penonton atau berkerumun,” ungkap Hari.

Menurutnya, FAKN ini merupakan kesempatan dan kebanggaan bagi warga Sumedang menjadi tuan rumah, karena jika ada 54 kerajaan/keraton, berarti menunggu hampir 54 tahun untuk melihat acara ini.

Event ini juga membantu beberapa seniman budayawan untuk tampil walau secara virtual dan dengan protokol kesehatan. Jadi nanti peserta menonton lewat layar LED dan tetap menikmati keindahan kekhasan keunikan budaya Sumedang,” ucapnya.

Lebih jauh Hari mengungkapkan, acara ini sudah mendapat ijin dari Satgas Covid-19 tingkat Kabupaten Sumedang, dan usai rapat izin tersebut diterima oleh panitia.

Meski begitu, kami memperingatkan agar panitia benar-benar menerapkan protokol kesehatan lebih ketat lagi. Kemudian peserta sudah divaksin atau membawa hasil PCR atau antigen negatif, sehingga tidak ada kluster baru penyebaran Covid-19 dari acara ini,” ungkap Hari.

Terakhir ia meminta panitia membentuk satgas Covid-19 pada acara tersebut. Satgas ini tugasnya selalu mengingatkan setiap saat akan pentingnya protkes secara ketat. (abas)

Categories: Regional