Fungsional Fly Over Purwosari Digelar Desember 2020 - El Jabar

Fungsional Fly Over Purwosari Digelar Desember 2020

SURAKARTA, eljabar.com — Tingkat kemacetan dan kecelakaan lalu lintas di perlintasan sebidang Purwosari, Kota Surakarta mengalami kenaikan dari tahun ke tahun. Tak kurang dari 2 juta kendaraan yang melintas di kota yang memiliki luas 46,01 kilometer persegi dengan jumlah penduduk 517.887 jiwa itu.

Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Surakarta, Ari Wibowo, menjelaskan, fly over Purwosari dapat menekan tingkat kemacetan dan angka kecelakaan lalu lintas.

“Pekerjaan fly over Purwosari sudah mencapai 81,8 persen dan tinggal memasang 2 girder di atas rel kereta api,” kata Ari.

Masih kata Ari, jika tidak ada kendala maka  jalan layang kedua di Kota Surakarta tersebut akan dilakukan pembukaan secara fungsional pada 20 Desember 2020.

Selain menekan tingkat kemacetan dan kecelakaan fly over juga diharapkan mendongkrak perekonomian masyakarakat, khususnya di sektor pariwisata. Hal ini dikemukakan Sekretaris Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia Kota Surakarta, Sumardi.

“Fly over Purwosari akan menjadi stimulan bagi geliat industri pariwisata di Surakarta setelah pertumbuhannya menurun drastis karena wabah pandemi covid,” ujarnya.

Perlintasan sebidang Purwosari di Jl. Slamet Riyadi merupakan salah satu titik terpadat pada ruas jalan utama Kota Surakarta. Sebab perlintasan itu menjadi rute favorit bagi masyarakat dan wisatawan untuk menyusuri kota dari arah timur ke barat dan sebaliknya. Antrean panjang kendaraan saat jam sibuk atau akhir pekan menjadi pemandangan yang biasa terlihat di perlintasan Purwosari.

Sementara itu PPK 1.6 Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah I Jateng, Alik Mustakim, mengaku optimis bisa menyelesaikan pekerjaan flyover Purwosari pada awal Desember 2020 agar fungsional untuk melayani arus Natal dan Tahun Baru (Nataru). Sedangkan proses penyempurnaan dan beutifikasinya dioptimalkan hingga pekan kedua Januari 2021.

Meski pembangunan flyover Purwosari terkena relaksasi sebesar Rp34,6 miliar arau setara dengan  33,3 persen dari Rp104 miliar karena refocusing anggaran akibat pandemi covid-19, namun ia optimistis proses pembangunannya akan rampung sesuai waktu, mutu dan kualitas konstruksi yang telah ditentukan.

Dari waktu yang tersisa itu pihaknya akan memaksimalkan sisa pekerjaan seperti pemasangan gelagar sepanjang 60 meter di atas rel kereta Purwosari, pengecoran bentang utama jembatan dan infrastruktur pendamping lainnya seperti ketersediaan jalur lambat dan lainnya.

“Masih tersia 13 minggu dari 50 minggu waktu pengerjaan hingga uji coba fungsional pada 20 Desember 2020”, pungkas Alik. (andi setiawan/*wn)

Categories: Regional