Ganti Kerugian 149 Bidang Dibayarkan, Pengadaan Tanah Bendungan Bagong Capai 17,63 Persen – El Jabar

Ganti Kerugian 149 Bidang Dibayarkan, Pengadaan Tanah Bendungan Bagong Capai 17,63 Persen

TRENGGALEK, eljabar.com — Proses pengadaan tanah pembangunan Bendungan Bagong di Desa Sumurup dan Sengon, Kecamatan Bendungan, Kabupaten Trenggalek, hingga saat ini telah mencapai 17,63 persen.

Sebanyak 237 bidang tanah milik warga, menurut PPK Pengadaan Tanah Bendungan BBWS Brantas, Deny Bayu Prawesto, telah dinyatakan lengkap dan segera diajukan ke Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN).

Sedangkan ganti kerugian yang telah diterima oleh pemilik tanah hingga akhir Oktober 2021, sebanyak 149 bidang tanah dengan total nilai sebesar Rp.63.898.644.524,00.

“Sebanyak 237 bidang tanah telah lengkap atau setara 17,63 persen dan yang sudah dibayarkan ganti ruginya sebanyak 149 bidang,” kata Deny melalui aplikasi pesan, Senin (15/11/2021).

Denny menambahkan, pembayaran ganti kerugian tersebut telah dilakukan oleh LMAN kepada warga pemilik bidang tanah bertempat di Balai Desa Sengon, Kecamatan Bendungan, Kabupaten Trenggalek pada 29 Oktober 2021 lalu.

Sedangkan uang ganti kerugian 119 bidang tanah dilaksanakan melalui konsinyasi di PN Trenggalek dan 57 bidang lainnya masih menunggu putusan. Meski begitu, pihaknya optimis proses pembebasan tanah Bendungan Bagong dapat dituntaskan seluruhnya pada tahun 2023.

Total bidang tanah yang dibutuhkan oleh pembangunan bendungan yang memiliki daya tampung 17,40 juta meter kubik dan luas genangan 73,45 hektare tersebut seluas 214,12 hektare dan tanah milik warga yang akan dibebaskan sebanyak 1.431 bidang.

Lambannya realisasi pembebasan tanah tersebut, selain disebabkan oleh minimnya dokumen kepemilikan juga dipicu tuntutan sebagian warga atas harga nilai apraisal yang telah ditetapkan dan relokasi.

Sejumlah pihak berharap upaya percepatan pengadaan tanah oleh BBWS Brantas dan Pemkab Trenggalek  salah satu proyek strategis nasional tersebut tidak mengalami hambatan signifikan, sebab hal ini akan mendukung kelancaran pembangunan fisik yang baru mencapai 4,9 persen pada saat ini. (*wn)

Categories: Regional