Gerakan Salat Subuh Berjamaah dan Magrib Mengaji Bukti Nyata Program Sumedang Agamis

SUMEDANG, eljabar.com — Wakil Bupati H. Erwan Setiawan mengajak kepada jemaah salat subuh untuk berjamaah untuk bermuhasabah. Ajakan tersebut disampaikan Wabup saat memimpin Tim II Salat Subuh Berjamaah Keliling yang diikuti oleh para Kepala SKPD dan pejabat vertikal Kabupaten Sumedang di Mesjid Besar Al-Muhsinin Kecamatan  Jatigede, Kamis (12/12/2019).

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh unsur Forkopimka Kecamatan Jatigede, para Kepala Desa se-Kecamatan Jatigede, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat. Salat Subuh dipimpin oleh Ustada Sarkani, Penamas KUA Kecamatan Jatigede. Sedangkan Kuliah Subuh disampaikan oleh Ketua MUI Kecamatan Jatigede K H Misno.

Dikatakan Wabup, di dalam agama Islam, muhasabah sangatlah dianjurkan karena jika dijalankan dengan baik, akan memberi banyak manfaat baik yang akan di dapatkan di dunia maupun di akhirat.

“Saat ini kita sedang berada di bulan terakhir di Tahun 2019, apabila kita berfikir tentang apa yang sudah kita kerjakan dan apa yang belum kita kerjakan di tahun ini, tentu masih banyak hal-hal yang perlu kita evaluasi. Salah satu caranya yaitu dengan bermuhasabah,” ucapnya.

Dengan senantiasa bermuhasabah diri, kata Wabup, maka setiap muslim akan bisa mengetahui akan kelemahan serta sadar akan aib dari dirinya sendiri, baik itu dalam hal amalan ibadah, maupun aktivitas lain dalam kehidupan duniawi.

“Sehingga dengan begitu, ia akan tahu apa yang harus dilakukan untuk memperbaiki diri dan berbuat baik. Kita akan lebih menyadari akan hak dan kewajiban sebagai seorang hamba Allah SWT, serta seorang hamba akan lebih memahami hakikat dari ibadah yang sebenarnya,” katanya.

Masih kata Wabup, seseorang yang di dalam dirinya senantiasa bermuhasabah akan takut akan kemaksiatan dan keburukan dan akan sangat membenci hawa nafsu dan senantiasa mewaspadainya.

“Oleh karena itu, kita semua wajib memahami dan memaknai hakikat dari muhasabah itu sendiri yakni sebuah upaya untuk melakukan evaluasi diri terhadap setiap kebaikan dan keburukan beserta semua aspeknya,” ajaknya.

Camat Jatigede, Sahna dalam sambutannya menyatakan bahwa pelaksanaan Gerakan Salat Subuh Berjamaah dan Magrib Mengaji merupakan bukti nyata dari program Sumedang Agamis, “Alhamdulillah Sumedang Agamis bukan sekedar visi atau slogan semata, tetapi benar-benar dipraktikkan,” tuturnya.

Dikatakan camat, baik salat berjamaah maupun mengaji kedua-duanya merupakan perintah dalam agama yang wajib dilaksanakan. “Baik Salat Subuh Berjamaah maupun Magrib Mengaji dua-duanya kewajiban bagi muslim. Kita ikuti dan laksanakan dengan ikhlas. Jangan jadi orang munafik yang merasa berat melaksanakan keduanya,” katanya.

Sementara itu, K H Misno dalam taushiahnya membahas tentang keadaan orang di hari kiamat yang bergantung kepada kebiasaannya salat di awal waktu. “Ketika dibangunkan dari kubur, muka orang-orang berbeda-beda. Ada yang seperti bintang yang bercahaya. Ada yang seperti bulan. Bahkan ada yang seperti matahari. Itu semua menggambarkan bagaimana mereka melaksanakan salat pada waktunya. Semakin awal waktu, semakin bercahaya (mukanya),” terang Ustadz.

Mengenai pelaksanaan Gerakan Salat Subuh Berjamaah dan Magrib Berjamaah, menurutnya, kedua hal tersebut merupakan bukti kasih sayang Allah SWT melalui program yang dijalankan oleh pemerintah. “Kita harus bersyukur karena punya pemimpin yang memberikan contoh langsung dan mengajak kebaikan. Ini adalah salah satu bukti kasih sayang Allah kepada kita,” ucapnya. (Abas)

Advertisement

Categories: Pemerintahan