
Bandung,eljabar.com — Di tengah maraknya persoalan kenakalan remaja dan tawuran, GRIB Jaya DPC Kota Bandung memilih menghadirkan solusi melalui olahraga. Lewat ajang GRIB Jaya Bandung Boxing Camp 2026, ratusan atlet muda dari berbagai daerah di Jawa Barat akan bertanding memperebutkan Piala Wali Kota Bandung di GOR Pajajaran pada Juli mendatang.
Rencana pelaksanaan kegiatan tersebut disampaikan dalam siaran Basa Basi Podcast Pokja PWI Kota Bandung, Selasa (20/5/2026). Ketua panitia, Prana Yogaswara, menegaskan bahwa kejuaraan ini bukan sekadar pertandingan olahraga, tetapi juga wadah pembinaan karakter dan pencarian bakat atlet muda di Jawa Barat.
Menurut Prana, kegiatan ini lahir dari keberhasilan event serupa yang digelar pada Agustus 2025 lalu. Tingginya antusiasme peserta dan masyarakat membuat GRIB Jaya DPC Kota Bandung di bawah kepemimpinan Fredi B. Sirait memutuskan memperluas cakupan kegiatan menjadi lebih besar dan lebih profesional.
“Melalui event ini kami ingin memberikan ruang positif bagi generasi muda untuk menyalurkan energi dan bakatnya. Tinju bisa menjadi jalan menuju prestasi sekaligus membangun disiplin dan mental yang kuat,” ujar Prana.
Ia juga menyinggung masih maraknya tawuran remaja di sejumlah wilayah. Menurutnya, olahraga bela diri yang terarah dan memiliki aturan jelas dapat menjadi solusi untuk mengurangi perilaku negatif di kalangan anak muda.
“Kalau anak-anak muda punya wadah yang jelas, punya jadwal latihan dan target prestasi, energi mereka akan tersalurkan ke hal-hal yang positif,” katanya.
Prana menambahkan, GRIB Jaya ingin menunjukkan bahwa ormas tidak selalu identik dengan citra negatif. Di dalam tubuh organisasi tersebut, kata dia, terdapat banyak tokoh dari kalangan hukum, pendidikan hingga olahraga yang aktif menjalankan kegiatan sosial dan pembinaan masyarakat.
“Selama ini mungkin ada stigma bahwa ormas identik dengan keributan. Padahal banyak juga anggota yang bergerak di bidang pendidikan, hukum, dan olahraga. Kami ingin menunjukkan sisi positif itu,” tegasnya.
Kejuaraan ini akan diikuti atlet amatir putra dan putri dari berbagai kategori usia, mulai 12 tahun hingga tingkat SMA. Panitia menargetkan peserta berasal dari Bandung Raya dan sejumlah daerah lain di Jawa Barat seperti Cianjur dan Karawang.
Dukungan penuh juga datang dari Pemerintah Kota Bandung. Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, disebut sangat antusias terhadap penyelenggaraan event tersebut karena dinilai mampu mendukung pengembangan sport tourism sekaligus pembinaan atlet daerah.
“Alhamdulillah dukungan dari Pak Wali Kota luar biasa. Beliau bahkan siap memberikan piagam penghargaan yang bisa membantu para atlet dalam jalur prestasi pendidikan,” ungkap Prana.
Selain dukungan dari Pemkot Bandung, kegiatan ini juga mendapat perhatian dari Dinas Pemuda dan Olahraga, KONI Kota Bandung, hingga KONI Jawa Barat.
Sebagai bentuk dukungan nyata, panitia difasilitasi penggunaan GOR Pajajaran Bandung yang memiliki kapasitas sekitar 3.000 penonton. Namun demi menjaga keamanan dan kenyamanan, jumlah penonton akan dibatasi, termasuk kuota peserta yang maksimal hanya 300 atlet.
Sementara itu, Ketua Komisi Wasit dan Hakim Amatir Pertina Jawa Barat, Iwa, menjelaskan bahwa pertandingan akan mengacu pada regulasi IBA 2024 dengan empat kategori usia, yakni Elite usia 19-40 tahun, Youth 17-18 tahun, Junior 15-16 tahun, dan Schoolboy 13-14 tahun.
Durasi pertandingan nantinya akan disesuaikan berdasarkan jumlah peserta dan hasil technical meeting.
Tak hanya menyediakan medali dan sertifikat, panitia juga menyiapkan uang pembinaan bagi para pemenang sebagai bentuk apresiasi terhadap perjuangan atlet muda.
“Kami ingin anak-anak memiliki semangat bertanding dan merasa dihargai. Sertifikat yang ditandatangani pejabat juga diharapkan menjadi nilai tambah bagi mereka yang masih sekolah,” kata Prana.
Dengan persiapan yang hampir rampung serta koordinasi bersama aparat keamanan dari Polri dan TNI, GRIB Jaya Bandung Boxing Camp 2026 diharapkan mampu menjadi agenda tahunan yang melahirkan atlet-atlet potensial sekaligus membuka jalan menuju pembinaan tinju profesional di Jawa Barat.







