Hampir Sepekan, Beberapa Jenis Sayuran di Kota Sukabumi Turun Harga - El Jabar

Hampir Sepekan, Beberapa Jenis Sayuran di Kota Sukabumi Turun Harga

SUKABUMI, eljabar.com — Hampir sepekan, beberapa komoditi jenis sayur-sayuran terus alami penurunan harga. Seperti, bawang merah Jawa kini dibandrol Rp26 ribu, yang semula berada dikisaran 28 ribu/kg, begitu juga dengan cabai keriting hijau dari Rp15 ribu menjadi Rp12 ribu/kg, termasuk cabai rawait merah dan lokal juga ikut turun yang saat ini hampir sama berada diangka Rp24 ribu/kg.

“Berdasarkan pemantauan kami dilapangan, komoditi tersebut sudah sepakan alami turun harga,” ujar Kepala Bidang Perdagangan Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan dan Perindutrian (Diskopdagrin) Kota Sukabumi Heri Sihombing, Rabu (02/09/2020).

Heri mengatakan, bukan hanya cabai ataupun bawang saja yang turun harga, melainkan daging ayam broiler dan telur juga terpantau turun. Untuk daging ayam saat ini berada dikisaran Rp32 ribu yang sebelumnya berada di level Rp38 ribu/kg, sedangkan untuk telur ayam negeri diangka Rp23 ribu/kg.

“Penurunan harga di komoditi jenis sayur-sayuran itu bisa saja permintaan tetap, namun barangnya sangat melimpah, sehingga harga terkoreksi turun,” ungkapnya.

Walaupun terjadi penurunan harga lanjut Heri, tapi tidak mempengaruhi terhadap Bahan Pokok Penting (Bapokting) lainya. Artinya, barang lainya masih terpantau stabil. Seperti beras, minyak goreng, telur ayam negeri, dan lainya masih normal.

“Alhamdulillah untuk bapokting lainnya masih normal. Yakni beras Ciherang Cianjur masih diangka Rp11.500/kg, beras Ciherang Sukabumi masih tetap Rp9.400/kg, kemudian minyak goreng curah tetap Rp11 ribu/kg, gula pasir Rp11 ribu/kg dan terigu juga tetap diangka Rp7.500/kg,” ungkap Heri.

Saat ini semua stok bapokting dan barang strategis lainya cukup tersedia, serta fluktuasi harga masih dalam batas kewajaran. Begitu juga dengan penyaluran dan pendistribusian barang-barang tersebut dalam kondisi aman dan lancar.

“Saat ini semua ketersediaan bapokting dan bahan startegis lainya aman. Tapi kita tetap terus lakukan pengawasan,” pungkas Heri. (Anne)

Categories: Regional