Hari Ke-4 Puasa, 10 Bapokting di Kota Sukabumi Alami Penurunan Harga - El Jabar

Hari Ke-4 Puasa, 10 Bapokting di Kota Sukabumi Alami Penurunan Harga

SUKABUMI, eljabar.com — Pekan ini, beberapa Bahan Pokok Penting (bapokting) di Kota Sukabumi alami penurunan harga, berdasarkan hasil monitoring yang dilakukan oleh Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan, dan perindustrian (Diskopdagrin) setempat, ada sekitar 10 komoditi.

Yakni, Daging sapi dari Rp120 ribu menjadi Rp110 ribu per kg, daging ayam menjadi Rp25ribu per kg, telur ayam yang turunya seribu rupiah sehingga saat ini berada di Rp23 ribu per kg.

Kemudian cabai rawit merah besar dari RP40 ribu menjadi Rp30 ribu per kg, cabai rawit keriting merah menjadi Rp24 ribu per kg, bawang merah dari Rp48 ribu menjadi Rp44ribu per kg, cabai keriting hijau semula Rp18 ribu kini menjadi Rp15 ribu per kg, cabai rawit merah turun dibandrol Rp38ribu per kg, kemiri juga ikut turun yang saat ini berada dikisaran Rp36 ribu per kg, dan bawang bombay yang alami terjun bebas, dimana harga sebelumnya berada di level Rp90 ribu, kini berada dikisaranRp38 ribu per kg.

“Hasil monitoring harga di Pasar Tipar Gede dan Pelita, ditemukan banyak yang alami turun harga, wlalaupun ada beberapa bapokting yang juga naik harga, seperti bawang putih, dan cabai rawait hijau,” ujar Kabid Perdagangan Diskopdagrin Kota Sukabumi Heri Sihombing¬† lewat telepon genggamnya, Senin (27/04/2020).

Heri mengungkapkan, adanya penurunan di beberapa bapokting tersebut, bisa saja ditengah pandemi covid-19 ini, barang melimpah sedangkan permintaan menurun.

“Bisa juga diakibatkan penyuplai bapokting tersebut tergolong banyak, dan demand (permintan) tetap,” ujarnya.

Sementara untuk bapokting dan barang strategis lainya tergolong stabil. Misalnya beras Ciherang Cianjur masih bertahan Rp11.500 per kg, begitu juga dengan beras Ciherang dari Sukabumi masih normal Rp9.400 per kg. Kemudian minyak goreng (curah) masih bertahan di angka Rp10 ribu dan gula pasir tetap Rp11 ribu per kg.

“Beberapa komoditas lainya masih terpantau stabil,” pungkas Heri. (Anne)

Categories: Ekonomi