Hujan Jebol TPT, Kades Tribakti Mulya: Ini Murni Bencana dan Akan Dibangun Lagi Secara Swadaya – El Jabar

Hujan Jebol TPT, Kades Tribakti Mulya: Ini Murni Bencana dan Akan Dibangun Lagi Secara Swadaya

KAB BANDUNG, eljabar.com — Hujan lebat yang mengguyur Kampung Sindangsari, Desa Tribakti Mulya, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, pada Selasa, 19 Oktober 2021 lalu, menyebabkan terjadinya bencana longsor.

Meskipun tidak menimbulkan jatuhnya korban jiwa, namun bencana alam ini menimbulkan kerugian materi yang cukup besar.

Selain sempat menutup akses jalan dan menghambat perekonomian warga, bencana tanah longsor juga menghancurkan proyek tanggul atau tembok penahan tanah (TPT) yang sedang digarap pemerintan desa.

Menurut Miftahudin (50), salah seorang tokoh setempat, proyek pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) tahun 2021 yang sedang dikerjakan jebol dan porakporanda karena tergerus longsoran tanah dan air deras yang datang dari arah perbukitan. Akibatnya tanggul penahan tanah sepanjang kurang lebih 50 meter pun jebol dan terbelah menjadi beberapa bagian.

“Diperkirakan kerugian mencapai angka puluhan juta rupiah,” ujar Miftahudin.

Dijelaskan Miftahudin, hujan yang disertai angin kencang pada waktu itu turun dengan intensitas cukup tinggi. Air bercampur lumpur mengalir deras ke lembah dan menghantam tembok proyek secara perlahan. Alhasil, tembok penahan tanah yang baru saja selesai dibangun hancur berantakan.

“Karena material longsor dan air bercampur lumpur terus-menerus menghantamnya, maka tanggul atau tembok penahan tanah (TPT) pun akhirnya jebol,” jelasnya.

Tentang musibah tanah longsor ini dibenarkan oleh Cahya Sukmana, Kepala Desa Tribakti Mulya yang ditemui secara terpisah.

Dijelaskan Cahya, musibah tanah longsor yang terjadi pada 19 Oktober lalu telah menimbulkan kerusakan dan kerugian cukup besar bagi warga Desa Tribakti Mulya. Namun demikian warga tidak terus larut dalam kesedihan. Warga sudah mulai beraktifitas sebagaimana biasa. Bahkan sudah melakukan rembugan (musyawarah) dan mencari solusi agar infrastruktur yang rusak karena diterjang longsor dapat diperbaiki kembali.

“Warga dan pengurus sudah rembugan, mencari solusi dan merencanakan pembangunan kembali TPT yang hancur akibat diterjang tanah longsor. Alhamdulillah, warga dan para pengurus RW (rukun warga) sudah memutuskan untuk membangun kembali infrastruktur yang rusak secara gotong royong atau swadaya,” tandas Cahya, Rabu (27/10/2021).

Sudah Dikaji dan Dievaluasi

Pada kesempatan yang sama, Cahya menjelaskan jebolnya tembok penahan tanah (TPT) adalah murni disebabkan oleh faktor alam (force majeure). Bukan karena human error atau kesalahan teknis.

Dikatakannya, berdasarkan hasil evaluasi dan kajian tim teknis dari Pemerintah kecamatan maupun tingkat kabupaten longsornya TPT adalah murni karena bencana alam. Bukan karena kesalahan teknis atau struktur bangunan.  Oleh karena itu, untuk pelaksanaan dan penyelesaian akan dibantu oleh tim teknis dari kecamatan dan kabupaten

“Kejadian bencana alam longsor yang terjadi —sehingga mengakibatkan jebolnya TPT- sudah dievaluasi dan dilakukan pengkajian oleh pendamping Dana Desa. Dari  kecamatan Pa Aef Saepudin  dan dari kabupaten pa Teja.   Kejadian tersebut murni bencana alam. Selanjutnya untuk pelaksanaan perbaikan dan penyelesain pekerjaan TPT akan dibantu secara teknis  oleh tim teknis kecamatan dan kabupaten,”papar Cahya.(*)

Categories: Regional