Imbas Social Distancing, Pengusaha Hotel dan Restoran di Sumedang Akan Tetap Penuhi Hak-hak Karyawan

SUMEDANG, eljabar.com — Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Sumedang, Jawa Barat mengklarifikasi bahwa nyaris seluruh lokasi wisata di Kabupaten Sumedang saat ini masih tutup, dan sebagian besar hotel yang ada di Jatinangor juga tutup. Hal itu berkaitan dengan wabah Covid-19 atau coronavirus.

“Kalaupun masih ada, okupansinya dibawah 10 persen atau dikatakan hampir tidak ada pengunjung. Kemudian sebagian besar hotel dan destinasi wisata juga rumah makan melakukan pengurangan atau bahkan merumahkan karyawan. Disini sebetulnya permasalahan karena satu sisi kita juga harus memikirkan nasib karyawan tapi di lain pihak juga tentu pengusaha mengalami kerugian yang sangat besar,” jelas Ketua PHRI, Kabupaten Sumedang, H. Nana, di Sumedang, Selasa (24/3/2020).

Menurut dia, persoalan dirumahkannya karyawan juga harus diselesaikan oleh pengusaha, termasuk dengan BPJS dan kebutuhan karyawan lainnya.

“Saat ini banyak permasalahan yang harus dihadapi para pengusaha. Bagaimana memikirkan karyawan, karena kita memang merumahkan. Tetapi tentu the company tetap kita bayar. Artinya tidak 100 persen yang kita bayar. Ini adalah bagian dari resiko bisnis, tapi tentu ini adalah suatu musibah besar bagi masyarakat Indonesia khususnya yang ada di Sumedang. Kita berharap kejadian ini segera berlalu,” ungkapnya.

H. Nana mengaku pihaknya sudah melakukan komunikasi bersama Bapenda Sumedang. Dari hasil rembukan itu, kata H. Nana, pemerintah daerah menyambut positif apa yang menjadi usulan dari PHRI soal karyawan yang dirumahkan dan agar segera memfasilitasi terkait dengan kewenangan di luar rendah, seperti PLN, BPJS dan juga terkait dengan PPH 21, 23 dan 25.

“Itu adalah domainnya pusat, namun demikian, Menteri Keuangan Sri Mulyani sudah menandatangani bahwa terkait dengan pajak yang saat itu sudah dibebaskan,” tandasnya. [Abas]

Advertisement

Categories: Ekonomi