IPSM Kota Sukabumi Gelar Bakti Sosial, Bentuk Kepedulian Terhadap Anak Yatim Piatu

SUKABUMI, eljabar.com — Bakti sosial yang digelar Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) Kota Sukabumi, berlangsung di Aula Kelurahan Baros, pada Jumat, 27 Februari 2025 pagi. Kegiatan tersebut sebagai bentuk kepedulian terhadap 20 anak yatim piatu di Kota Sukabumi.
Kegiatan rutin bulanan itu dihadiri Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki, S.E., M.M., Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Sukabumi, Asep Suhendrawan, Camat Baros Angga Sugia Wijaya, para lurah, serta seluruh Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) se-Kota Sukabumi.
Ketua IPSM Kota Sukabumi, Ujang Fahrudin, mengatakan bakti sosial tersebut merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap bulan. Dana bantuan yang disalurkan berasal dari kontribusi PSM se-Kota Sukabumi dengan total Rp3,95 juta untuk 20 anak yatim piatu.
“Bakti sosial IPSM kami gelar setiap satu bulan sekali. Ini merupakan kontribusi PSM se-kota dengan total Rp3,95 juta yang akan disalurkan kepada 20 orang yatim piatu,” ujarnya.
Kepala Dinas Sosial Kota Sukabumi, Asep Suhendrawan, menyampaikan kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya penanganan kemiskinan dari aspek sosial. Menurutnya, meskipun kemiskinan memiliki berbagai dimensi, aksi sosial tetap menjadi bagian penting dalam membantu masyarakat yang membutuhkan.
Camat Baros Angga Sugia Wijaya mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai momentum bakti sosial yang dilaksanakan pada hari Jumat dapat semakin memperkuat kesetiakawanan sosial di tengah masyarakat.
Sementara itu dalam arahannya, Wali Kota Sukabumi menegaskan pentingnya integrasi program sosial agar tidak berjalan sendiri-sendiri tanpa penyelesaian yang komprehensif terhadap persoalan sosial.
“Jangan sampai kegiatan sosial terpisah-pisah sehingga masalah sosial tidak selesai. Artinya, penanganan dan penyelesaian masalah sosial belum memenuhi ketentuan yang sebenar-benarnya,” tegasnya.
Ayep menambahkan, Pemerintah Kota Sukabumi tengah mengupayakan penyelesaian persoalan sosial melalui pertumbuhan ekonomi, salah satunya dengan membentuk program wakaf produktif. Keuntungan dari program tersebut akan dimanfaatkan untuk Qordhul Hasan sebagai instrumen sosial.
Ia menekankan pentingnya kekompakan seluruh pihak karena penyelesaian masalah sosial memerlukan dukungan pembiayaan dari sumber sosial. Anggaran sosial, kata dia, diarahkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan beasiswa, sedangkan pembangunan infrastruktur difokuskan menggunakan APBD.
Dengan sinergi antara pemerintah dan elemen sosial, diharapkan penanganan persoalan sosial di Kota Sukabumi dapat berjalan lebih terarah dan berkelanjutan. (Anne)







