Jaga Kebersihan Kirab Budaya, DLH Bandung Turunkan Ratusan Personel

BANDUNG, eljabar.com — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung menyiagakan 345 personel untuk menjaga kebersihan selama rangkaian Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda 2026 yang digelar pada Sabtu malam, 16 Mei 2026.
Kepala DLH Kota Bandung, Darto, mengatakan ratusan personel tersebut akan bersiaga mulai Jumat hingga Senin guna mengantisipasi peningkatan aktivitas masyarakat selama agenda budaya berlangsung.
“Jadi sudah menjadi kelaziman bahwa setiap hari Sabtu dan Minggu, DLH selalu standby untuk mengantisipasi semua acara yang ada di Bandung, termasuk kegiatan sekarang ini,” ujar Darto di Balai Kota Bandung, Jumat (15/5/2026).
Selain personel, DLH Kota Bandung juga menyiapkan sejumlah armada pendukung berupa satu unit truk, dua kendaraan pikap, satu mobil penyemprot, serta satu unit road sweeper.
Menurut Darto, jumlah personel dan armada tersebut dapat ditambah sesuai kondisi di lapangan apabila diperlukan.
Ia menjelaskan, fokus utama pengamanan kebersihan berada di sepanjang jalur Kirab Mahkota Binokasih yang menjadi bagian utama dalam rangkaian Milangkala Tatar Sunda 2026.
“Fokusnya terutama mengawal jalur Mahkota Binokasih,” katanya.
Meski diperkirakan akan dipadati pengunjung, DLH menilai potensi timbulan sampah dalam kegiatan tersebut tidak sebesar acara lain yang menggunakan banyak properti sekali pakai atau menghasilkan sampah berukuran besar.
Darto menyebut penggunaan kereta kencana dan elemen budaya yang bersifat permanen membuat potensi sampah besar relatif lebih kecil. Namun, lonjakan jumlah pengunjung tetap menjadi perhatian utama pihaknya.
“Tetapi karena diperkirakan jumlah pengunjung membludak, tentu tetap akan menimbulkan sampah juga. Namun tidak separah acara-acara sebelumnya yang menghasilkan banyak sampah besar,” ujarnya.
Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda 2026 dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (16/05/2026) pukul 19.30 hingga 22.00 WIB.
Rute kirab dimulai dari Kiara Artha Park menuju Jalan Jakarta, Jalan Supratman, dan berakhir di kawasan Gedung Sate, Jalan Diponegoro.
Agenda budaya tersebut melibatkan berbagai unsur budaya dari kabupaten dan kota se-Jawa Barat, termasuk iring-iringan kereta kencana, pasukan berkuda, penampilan seni tradisional, hingga kampung adat. *red







