Jam Malam di Jatim, Pos Pengamanan Nataru Siaga - El Jabar

Jam Malam di Jatim, Pos Pengamanan Nataru Siaga

SURABAYA, eljabar.com — Surat Edaran Gubernur Jatim Nomor 736/24068/013.4/2020 tentang Penerapan Protokol Kesehatan Pembatasan Jam Malam Sebelum dan Sesudah Pelaksanaan Kegiatan Libur Tahun Baru 2021 di Seluruh Jawa Timur, telah direspon oleh sejumlah Pemkab/Pemkot di Jatim.

Seperti Walikota Malang, Sutadji, mengatakan, surat edaran tersebut meminta bupati dan walikota di Jatim untuk meningkatkan protokol kesehatan dan penerapan jam malam mulai 20.00 sampai 04.00 WIB di wilayahnya masing-masing.

“Aturannya jelas, jadi tidak boleh berkerumun termasuk juga yang usaha,” tegas Sutaji.

Penerapan jam malam juga diberlakukan di Sidoarjo. Kapolres Sidoarjo, Kombes Pol Sumardji, mengatakan jam malam berlangsung sejak 29 Desember 2020 sampai 2 Januari 2021. Ia meminta agar semua aktifitas masyakat dihentikan sehingga timbulnya klaster baru covid-19 bisa dicegah.

Sementara itu, Plt Walikota Surabaya, Wishnu Sakti Buana berencana akan menutup sementara Jembatan Suramadu yang ijinnya sudah ia kantongi dari Gubernur Jatim.

Wishnu menilai potensi kerumunan di area Jembatan Suramadu dan pergerakan orang, baik yang keluar atau menuju Surabaya saat perayaan tahun baru, dapat menyebabkan terjadinya lonjakan angka kasus baru covid-19.

“Penutupan sementara Jembatan Suramadu dilakukan semata untuk mencegah penyebaran dan timbulnya klaster baru,” ungkap Wishnu.

Terpisah, Kapolda Jatim, Irjen Pol Nico Afinta menegaskan pemberlakuan jam malam itu dimaksudkan untuk menjaga masyarakat agar terhindar dari penularan virus covid-19.

“Apalagi sekarang sudah ditemukan mutasi covid-19 baru dari Inggris yang penularannya cepat dan sudah memasuki Singapura,” ujar Nico.

Penelusuran eljabar.com di sejumlah lokasi menemukan pos-pos pengamanan berdiri, seperti di terminal Kertajaya, Kota Mojokerto. Pos yang didirikan tak jauh dari ruang tunggu penumpang tersebut  terlihat siaga, apalagi sejak jam malam diberlakukan di Jatim. (*wn)

Categories: Regional