Jelang Idul Fitri, Sejumlah Titik di Kabupaten Sumedang Rawan Penyebaran Covid-19 - El Jabar

Jelang Idul Fitri, Sejumlah Titik di Kabupaten Sumedang Rawan Penyebaran Covid-19

SUMEDANG, eljabar.com – Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sumedang menyampaikan, perkembangan terkait situasi dan kondisi penyebaran Covid-19 di Kabupaten Sumedang, pada hari ini Selasa, 19 Mei 2020 Pukul 16.00 WIB masih perlu lebih diwaspadai.

Adapun perkembangan Positif Covid-19 lengkapnya adalah sebagai berikut : Berdasarkan uji Polymerease Chain Reaction / SWAB, terdapat pasien positif sebanyak 9 orang, yang terdiri dari : Kecamatan Sumedang Selatan 1 orang, Jatinangor 2 orang, Cimanggung 1 orang, Buahdua 1 orang, Ujungjaya 2 orang, Tomo 1 orang dan Ganeas 1 orang. Dari total 11 orang pasien terkonfirmasi positif SWAB, 2 orang diantaranya telah selesai dan dinyatakan sembuh yaitu dari Kecamatan Darmaraja dan jatinangor.

Dan berdasarkan hasil pemeriksaan Rapid Test, dinyatakan Reaktif Rapid Test sebanyak 12 orang, dimana kategori Reaktif Rapid Test ini dipilah menjadi ODP Reaktif dan PDP Reaktif, dengan data sebagai berikut :

  1. ODP Reaktif Rapid Test yaitu Reaktif Rapid Test tapi tidak bergejala, jumlahnya sebanyak 5 orang, terdiri dari : Kecamatan Surian 1 orang, Ujungjaya 2 orang, Paseh 1 orang dan Wado 1 orang.
  2. PDP Reaktif Rapid Test yaitu Reaktif Rapid Test dengan gejala klinis pneumonia atau comorbid penyakit tertentu, jumlahnya sebanyak 7 orang, terdiri dari : Kecamatan Surian 1 orang, Sumedang Selatan 1 orang, Cisitu 2 orang, Situraja 1 orang, Tanjungsari 1 orang dan Tanjungmedar 1 orang.

Jumlah total Reaktif Rapid Test sebanyak 64 orang, sebanyak 49 orang dinyatakan selesai dan 3 orang meninggal. Perlu diketahui dan dipahami bersama, bahwa hasil Rapid Test Reaktif belum tentu positif terpapar covid 19, untuk membuktikannya harus dilanjutkan dengan uji Polymerase Chain Reaction / SWAB.

Serta perlu kami sampaikan pula kepada seluruh warga masyarakat Kabupaten Sumedang, bahwa pasien yang meninggal dengan status Reaktif Rapid Test, walaupun belum tentu positif covid-19 namun pemulasaraannya dilaksanakan menggunakan standar protokol pemulasaraan pasien covid 19, dengan tujuan untuk melindungi masyarakat terpapar covid 19 bila ternyata jenajah yang bersangkutan positif covid 19.

Pasien terkonfirmasi positif Covid-19 dan pasien Rapid Test Reaktif jumlahnya dipisahkan dari Pasien Dalam Pengawasan (PDP), dengan tujuan agar tidak terjadi duplikasi data.

Pasien Dalam Pengawasan (PDP) adalah orang yang dirawat dengan memiliki riwayat perjalanan dari wilayah yang terkonfirmasi terjangkit Covid-19 dan memiliki gejala demam, ISPA serta pneumonia maupun yang tidak bergejala, pada hari ini tidak ada PDP, dimana dari jumlah 51 orang, 50 orang dinyatakan selesai perawatan dan 1 orang meninggal.

Orang Dalam Pemantauan (ODP) adalah orang yang memiliki riwayat perjalanan dari wilayah yang terkonfirmasi terjangkit Covid-19 dan memiliki gejala demam atau ISPA tanpa pneumonia, jumlahnya sebanyak 25 orang, dinyatakan selesai menjalani masa pemantauan 924 orang, sehingga jumlah total sebanyak 949 orang.

Orang Tanpa Gejala (OTG) adalah orang yang tidak memiliki gejala, tetapi pernah kontak erat dengan orang yang positif Covid-19, jumlahnya sebanyak 122 orang.

Rapid Test yang telah dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan sampai dengan tanggal 19 Mei 2020 adalah: Selesai Rapid Test 3.047 orang dan Selesai Rapid Test ulang 85 orang.

Sementara itu, hasil Rapid Test yang dilaksanakan secara masif dari tanggal 28 April 2020 sampai dengan 19 Mei 2020 dilakukan terhadap 1.454 orang dengan hasil sebanyak 1.427 orang negatif dan 27 orang reaktif.

Orang Dalam Risiko (ODR) adalah orang yang memiliki riwayat perjalanan dari wilayah yang terkonfirmasi terjangkit Covid-19, tetapi tidak memiliki gejala apapun, jumlahnya sebanyak 2.174 orang, jumlah ini mengalami kenaikan sebanyak 97 orang dari hari sebelumnya yang berjumlah 2.077 orang.

Hari ini, Selasa tanggal 19 Mei 2020 merupakan hari terakhir dilaksanakannya PSBB Tahap ke II di Kabupaten Sumedang. Kami harapkan Masyarakat Kabupaten Sumedang dapat mematuhi segala peraturan yang telah ditetapkan dalam pemberlakuan PSBB di Kabupaten Sumedang sambil menunggu keputusan pemerintah lebih lanjut.

Perlu kita pahami bersama, bahwa PSBB bisa dikatakan berhasil apabila 5 capaian indikator keberhasilan PSBB dapat dipenuhi, yaitu : 1. Kepatuhan warga terhadap protokol kesehatan; 2. Jumlah kasus menurun/hilang dan ditemukannya peta persebaran covid-19 melalui tes masif dengan metode Rapid Diagnostic Test (RDT) maupun Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR); 3. Stabilnya ekonomi selama penerapan PSBB; 4. Volume kendaraan dan pergerakan orang kurang dari 30 persen baik di pemukiman maupun di jalanan; dan 5. Jaring Pengaman Sosial dijalankan dengan baik dan efektif.

Berkaitan dengan hal tersebut, untuk mengendalikan, mengatur dan membatasi pergerakan orang, serta mendeteksi kemungkinan orang terpapar covid 19, baik di dalam wilayah Kabupaten Sumedang maupun yang keluar masuk Kabupaten Sumedang, telah dibentuk Posko Chek Point yang sampai dengan 19 mei 2020 pukul 15.00 WIB, dapat kami laporkan sebagai berikut :

  1. Chek point A; Kendaraan diberhentikan: 331 kendaraan, Kendaraan diputar balik: 125 kendaraan, Jumlah pelanggaran: 298 pelanggaran.
  2. Chek Point B; Kendaraan diberhentikan: 237 kendaraan, Kendaraan diputar balik: 22 kendaraan, Jumlah pelanggaran: 241 pelanggaran.
  3. Chek Point C; Kendaraan diberhentikan: 11.416 kendaraan, Kendaraan diputar balik: 412 kendaraan, Jumlah pelanggaran: 465 pelanggaran.

Bagi masyarakat Sumedang yang mempunyai sanak Saudara di Perantauan, diimbau untuk tidak melaksanaka mudik, sebab bagi mereka yang memaksakan diri untuk mudik tanpa keterangan pendukung yang sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan, maka kami akan mengkarantina mereka selama 14 hari di check point perbatasan sesuai dengan standar operasional prosedur yang ada.

Selanjutnya, penyaluran Bantuan Sosial dengan dana yang bersumber dari Data Non DTKS Kabupaten Sumedang, yang berjumlah 15.000 kepala keluarga berupa Bantuan langsung Tunai (BLT) sebesar Rp. 500.000,- per kepala keluarga, melalui Bank Sumedang, Progresnya sampai dengan saat ini telah disalurkan sebanyak 14.750 Kepala Keluarga dengan total nilai uang yang telah disalurkan yaitu sebesar Rp. 7.375.000.000,- atau sebesar 98,33 persen. Sedangkan Realisasi dana Biaya Tidak Terduga (BTT) sampai dengan tanggal 14 Mei 2020 telah terserap sebesar Rp. 15.568.656.000,-.

Bantuan social dari Pos lainnya, mulai tanggal 14 Mei 2020 secara bertahap mulai disalurkan, baik itu bantuan yang berasal dari Pemerintah Pusat, Provinsi, Kabupaten dan Dana Desa serta Bantuan berupa Gerakan Nasi Bungkus (Gasibu) yang dikelola oleh Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) yang selama ini sudah berjalan setiap hari.

Menjelang Hari Raya Idul Fitri, sejumlah titik berpotensi menjadi lokasi rawan penyebaran covid 19, diantaranya pasar, terminal dan tempat-tempat ibadah.

Masyarakat Sumedang diminta agar selalu waspada dan tetap disiplin menjalankan Physical Distancing, menggunakan masker setiap bepergian keluar rumah dan sering mencuci tangan pakai sabun.

Perlu juga kiranya kami tegaskan, bahwa sampai saat ini Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang belum mengeluarkan ketetapan apapun terkait dengan pelonggaran PSBB yang tetap dilaksanakan secara ketat. Diharapkan masyarakat Kabupaten Sumedang tetap mematuhi seluruh ketentuan yang diterapkan dalam PSBB. Disiplin, disiplin dan disiplin adalah satu satunya cara mengurangi laju penyebaran penularan covid 19.

Dalam rangka melayani kebutuhan informasi dan pengaduan terkait covid 19, Pelaksanaan PSBB dan Bantuan Sosial, Gugus Tugas Penanganan Covid 19 menyediakan pelayanan informasi dan pengaduan masyarakat melalui : Call Centre PSC 119, Website https//covid19.sumedangkab.go.id, Sumedang Simpati Quick Response 081 120 001 33 atau http://mauneh.sumedangkab.go.id.

Dalam menanggulangi pandemi, diperlukan komitmen dan kedisiplinan bersama. Lebaran di rumah dan silaturahmi online menggunakan teknologi komunikasi bisa menjadi obat rindu keluarga di kampung halaman.

Demikian, Siaran Pers Perkembangan Penyebaran Virus Corona di Kabupaten Sumedang pada hari Selasa, 19 Mei 2020, kepada seluruh warga masyarakat Kabupaten Sumedang diimbau agar tetap tenang dan waspada serta jangan panik dalam menghadapi situasi ini. Semoga Allah Subhanahu WaTa’ala selalu meridhoi segala upaya yang kita laksanakan. (Abas)

Categories: Pemerintahan