JLS Lot 6, Jalur Akses Wisata Andalan Wilayah Selatan Tulungagung-Trenggalek – El Jabar

JLS Lot 6, Jalur Akses Wisata Andalan Wilayah Selatan Tulungagung-Trenggalek

TULUNGAGUNG, eljabar.comProgres pekerjaan Jalur Lintas Selatan (JLS) Lot 6, hingga pertengahan Agustus 2021 telah mencapai 52 persen.

Jalur yang menghubungkan Pantai Klathak di Kabupaten Tulungagung dengan Pantai Prigi di Kabupaten Trenggalek tersebut sudah tersambung.

Hal ini diungkapkan oleh PPK 2.5 Jatim, Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah II Provinsi Jawa Timur, Ida Bagus Made Artamana, melalui sambungan telepon.

“Progresnya sudah mencapai 52 persen, dan item pekerjaan masih terus berjalan di masa pandemi ini, seperti pekerjaan galian dan jembatan,” kata Artamana. Jum’at, (13/08/2021), melalui sambungan telepon.

Selain itu, Artamana juga menerangkan bahwa pekerjaan agregat di segmen Besole-Brumbun tersebut telah mencapai 2 kilometer.

Kendati demikian, selain kendaraan proyek, ia mengimbau untuk tidak memanfaatkan jalur yang sedang dalam pengerjaan tersebut karena secara teknis jalan tersebut belum dibuka untuk umum.

Dijelaskan Artamana, di segmen Tulungagung-Trenggalek ada dua jembatan yang perlu dibangun, yaitu di Klatak dan di Karanggongso. Pembangunan jembatan tersebut masih dalam tahap pekerjaan pondasi.

“Rencananya akan dibangun 3 jembatan, namun berdasarkan hasil evaluasi, satu jembatan diganti dengan menggunakan konstruksi box culvert,” terangnya.

Seluruh lahan yang diperlukan untuk proyek ini juga sepenuhnya sudah terbuka. Hanya masih diperlukan pekerjaan untuk merapikan badan jalan, disusul lapis pondasi bawah, lapis pondasi atas baru disusul pengaspalan.

Selanjutnya Artamana menjelaskan bahwa target progres pekerjaan JLS Lot 6 hingga akhir tahun 2021 adalah sebesar 65 persen.

“Kemudian akan dilanjutkan pada tahun 2022 dengan estimasi penyelesaian pekerjaan  95 persen,” ujarnya.

“Sedangkan 5 persen yang tersisa akan diselesaikan pada 2023, termasuk di dalamnya kelengkapan jalan, seperti marka dan pagar pengaman jalan,” imbuh Artamana.

Di segmen ini juga akan ada tiga rest area yang akan dibangun, dua di wilayah Tulungagung, yaitu di dekat Pantai Brumbun dan di atas Pantai Klathak, dan satu rest area di Tumpak Untang, Kabupaten Trenggalek.

“Luas rest area mencapai 15 hektare, saat ini masih proses pengurugan dan pemadatan. Setelah lahan matang, pembangunan fasilitas rest area sepenuhnya diserahkan ke masing-masing pemerintah daerah setempat bersama Perhutani,” tukas Artamana.

Sebelumnya, pembangunan JLS telah membuka isolasi area-area wisata di selatan Jawa, contohnya Pantai Gemah di Desa Keboireng, Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung.

Pantai yang sebelumnya berada di tengah hutan dan hanya bisa dijangkau dengan jalan kaki atau dengan perahu tersebut, sebelum PPKM dilaksanakan berhasil mencatatkan rata-rata 5.000 kunjungan wisatawan setiap akhir pekan.

Isolasi akses Pantai Gemah yang berhasil dibuka oleh pembangunan JLS tersebut merupakan indikator pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah selatan Tulungagung dan menjadi tumpuan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Pembangunan JLS di wilayah Tulungagung yang dimulai sejak tahun 2016 silam itu telah meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat dan pengembangan pariwisata di wilayah selatan daerah tersebut.

Berdasarkan Data Statistik Ekonomi Kabupaten Tuluangagung tahun 2020, jumlah wisatawan yang berkunjung ke sejumlah destinasi wisata pada tahun 2019, meningkat signifikan, yakni mencapai 1,5 juta wisatawan.

Terpisah, dilansir dari keterangan Kepala Bidang Pengembangan Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Tulungagung, Aris Wahyudiono, pihaknya telah menyiapkan sejumlah program strategis pengembangan pariwisata pasca JLS dibuka pada 2023 mendatang, sebagaimana telah diatur dalam Perda No. 2 tahun 2017 tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kabupaten Tulungagung Tahun 2017-2027. (*wn/red)

Categories: Regional