Kemendukbangga/BKKBN Kembalikan Pentingnya Peran Ayah Lewat “GEMAR”

BANDUNG, eljabar.com – Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Jawa Barat Menggelar Sosialisasi Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) Tahun 2025, Kamis (12/12/2025). Bertempat di Aula Kantor perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Jawabarat Jalan Surapati no 122 Kota Bandung.
Sosialisasi Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) Tahun 2025, menegaskan pentingnya keterlibatan ayah dalam pengasuhan, Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya nasional memperkuat ketahanan keluarga dan menekan meningkatnya fenomena “fatherless” yang kini menjadi isu serius di berbagai daerah.
Dalam kegiatan sosialisasi GATI ini mengangkat tema “GEMAR: Gerakan Ayah Mengambil Rapor Anak ke Sekolah” Gerakan ini mendorong ayah untuk hadir secara nyata dalam perjalanan pendidikan anak, bukan hanya dalam aspek finansial, tetapi juga emosional dan pengawasan tumbuh kembang anak.
Sesuai dengan Surat Edaran Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Nomor 14 Tahun 2025, Melalui GEMAR, ayah diimbau terlibat dalam momen-momen penting di sekolah, termasuk pengambilan rapor, dialog dengan guru, dan pemantauan prestasi belajar. Langkah sederhana ini diyakini mampu meningkatkan kedekatan ayah dengan anak sekaligus membangun komunikasi yang lebih harmonis di dalam keluarga.
Disampaikan Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Jabar, Dadi Ahmad Roswandi, “Peran ayah kini tidak lagi berada di pinggiran akan tetapi melalui Gerakan ini mendorong keterlibatan ayah dalam pengasuhan memasuki babak baru di Jawa Barat, Gerakan Ini menjadi bagian dari mengembalikan kehadiran ayah dalam kehidupan anak.
Ayah harus hadir dalam aktivitas sederhana mengantar sekolah, mengerjakan PR bersama, hingga menata kesehatan mental yang kian rapuh di kalangan remaja,”ujarnya.
Dadi pun menambahkan, ayah perlu memposisikan diri bukan hanya sebagai pencari nafkah, tetapi sebagai pendamping utama dalam tumbuh kembang anak. Kehadiran ayah dalam keluarga menjadi fondasi sangat penting. Peran ayah sangat penting dikarenakan dapat mencegah berbagai masalah sosial di masa depan, mulai dari perundungan, rendahnya kepercayaan diri anak, hingga potensi kekerasan dalam rumah tangga,”tambahnya.
Senada dengan Dadi, Ketua Tim Kerja Pusat Pelayanan Keluarga Sejahtera Kemendukbangga/BKKBN Jabar, Arif Rifqi Zaidan, mengungkapkan, program GATI yang diluncurkan pada 21 April 2025 berangkat dari keprihatinan terhadap meningkatnya jumlah anak yang tumbuh tanpa figur ayah. Data terbaru menunjukkan, sekitar 25,8 persen anak Indonesia mengalami kondisi “fatherless” Di Jawa Barat, angkanya lebih tinggi, mencapai 29,5 persen.
“Banyak ayah bekerja keras untuk keluarganya, namun tak jarang lupa hadir secara batin bagi anak. Padahal pelukan, sapaan, dan waktu sederhana bersama memiliki arti besar, bahwasanya ketidakhadiran ayah tidak hanya berdampak pada hubungan keluarga, tapi juga pada kesehatan mental anak, Tercatat 33 persen remaja mengalami masalah kesehatan mental, namun hanya sebagian kecil yang benar-benar menyadarinya, ungkap Zaidan.
Mudah mudahan dengan adanya Gerakan ini diharapkan menjadi salah satu pemicu gerakan yang lebih besar, di mana ayah tidak lagi sekadar simbol dalam keluarga, tetapi hadir sebagai figur yang aktif, peduli, dan berdampak besar bagi masa depan anak-anak Indonesia. **







