Kepala Desa Terpilih Di Kabupaten Sumedang Tahun 2020 Mengikuti Pelatihan Aparatur Desa

Sumedang, eljabar. Com — Sebanyak 36 Kepala Desa terpilih periode 2020-2026 hasil pemilihan Kepala Desa Serentak Kabupaten Sumedang Tahun 2020 mengikuti Pelatihan Aparatur Desa Kabupaten Sumedang yang diinisiasi Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia .
Pelatihan yang bertemakan “Mewujudkan Pemerintahan Desa yang Maju, Mandiri dan Sejahtera” tersebut dilaksanakan di Hotel Puri Khatulistiwa Jatinangor dari tanggal 15 sampai dengan 20 Maret 2021.
Turut hadir dalam acara penutupan pada Jum’at malam (19/03/2021), Bupati Sumedang Dr. H Dony Ahmad Munir, ST. MM didampingi Kepala Dinas PMD Endah Kusyaman beserta jajaran.
Adapun yang hadir dari jajaran Kementerian Dalam Negeri RI adalah Dirjen Bina Pemerintahan Desa Dr. Yusharto Huntoyungo, M.Pd, Direktur Fasilitasi Pengembangan Kapasitas Aparatur Desa Dr. Paudah, dan jajaran panitia penyelenggara.
Kasubdit Pengembangan Kapasitas Aparatur Desa Wilayah II Drs. Nana Wahyudi, M.AP dalam laporannya mengatakan, pertimbangan Pelatihan Aparatur Desa diselenggarakan di Kabupaten Sumedang diantaranya karena Kabupaten Sumedang hampir Zona Hijau.
“Ini berdasarkan rilis dari Satgas Covid-19 Jawa Barat yang disampaikan Gubernur Ridwan Kamil. Pertimbangan keduanya bahwa Kabupaten Sumedang ini sebagai contoh proyek percontohan bagi SAKIP Desa oleh Kementrian PAN RB,” ucapnya.
Ia juga melaporkan, pelatihan diikuti oleh 36 kepala desa hasil Pilkades serentak Tahun 2020.
“Belum semuanya bisa mengikuti pelatihan ini karena terbatas dengan kuota. Mohon maaf. Jadi masih ada sekitar 54 Kepala Desa yang belum mengikuti pelatihan ini. Bagi para peserta, ini kesempatan terbaik dan bisa bertemu dengan Pak Dirjen langsung,” terangnya.
Ia juga melaporkan, proses berjalannya pelatihan selama kurang lebih lima hari dilaksanakan dengan memenuhi standar protokol kesehatan.
“Jadi kita mulai ini dengan memperhatikan protokol kesehatan yang sangat ketat. Seluruh peserta mengikuti Swab Antigen dan panitia dari Jakarta dilakukan juga Swab. Alhamdulillah sampai malam ini masih sehat semua,” ujarnya.
Ia menambahkan, pelatihan dibimbing oleh para pelatih yang berjumlah tiga orang yang sebelumnya sudah mengikuti konsultasi pelatih yang diadakan di Direktorat kami di Jakarta.
“Pelaksanaan pelatihan secara tatap muka harus dengan SOP tentang Covid-19. Jadi itu diterapkan oleh kami di sini,” tukasnya.
Ia juga menjelaskan, apa yang disampaikan selama pelatihan tidak hanya pengetahuan bagaimana tata kelola pemerintahan desa, pengelolaan keuangan desa dan meyusun produk-produk hukum desa, tetapi juga dilakukan praktik bagaimana melakukan perencanaan desa, menyusun RPJMDes, RKPDes dan APBDes.
“Ini yang dipraktikkan di ruang kelas ini yang diampu oleh para pelatih,” jelasnya.
Sementara itu, Bupati Sumedang dalam sambutannya mengucapkan terima kasih atas ditunjuknya Sumedang sebagai tempat untuk melaksanakan Pelatihan Aparatur Desa.
“Kami bersyukur atas fasilitasi dari Pak Dirjen ini.
Sangat bermanfaat untuk aparat desa. Insyaallah Pak Dirjen akan nambah lagi. Kalau sekarang baru 36 desa, tinggal 54 lagi. Bagaimana setuju ya pa,” pintanya.
Bupati berharap Pelatihan Aparatur Desa PAD terus berlanjut baik bagi yang belum sama sekali maupun bagi yang sudah agar bisa diberikan kembali di jenjang selanjutnya.
“Kami sangat mengapresiasi apa yang menjadi kebijakan dan program dari Dirjen Bina Pemerintahan Desa ini. Sangat tepat dan pas bagi peningkatan kompetensi aparatur desa,” katanya.
Ia mengungkapkan, pelatihan tersebut sangat bermakna, strategis dan bermanfaat dalam meningkatkan kapasitas dan kompetensi aparatur desa sehingga lebih baik lagi dalam mengelola desa yang tujuannya mensejahterakan masyarakat.
“Jadi mengelola desa itu dengan RPJMDesnya, RKPDes, APBDes. Itulah istrumen kita untuk mensejahterakan masyarakat, bagaimana membuat program kegiatan yang berdampak kepada tujuan mensejahterakan masyarakat,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan, Kabupaten Sumedang sudah mempunyai inovasi dalam menghadapi kondisi yang tidak menentu karena adanya berbagai disrupsi.
“Saya namakan Disruption Innovation Village. Kita punya SAKIP Desa dan super aplikasi e-Office Desa, walaupun belum semuanya,” tuturnya.
Dikatakan, pondasi dalam membangun dalam berbagai tingkatan adalah agama, budaya dan teknologi dan pendekatan untuk membangun memakai konsep pentahelix.
“Jadi sampai desa pun harus menggunakan Pentahelix yakni memadukan antara Academic, Business, Community, Government dan Media. Jangan beriorientasi pada APBDes terus. Harus ada sumber lain yang bisa dicari,” tegasnya.
Oleh karena itu, dengan adanya SAKIP Desa, tata kelola pemerintahan desa akan berbasis kinerja dan berorientasi hasil.
“Kebijakan, program dan kegiatan yang Bapa Ibu buat semuanya harus berdampak. Jelas kuantitatif hasilnya,” ucapnya.
Sementara itu, Dirjen Bina Pemerintahan Desa Dr. Yusharto Huntoyungo, M.Pd dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada Pemda Kabupaten Sumedang selaku tuan rumah pelaksanaan Pelatihan Aparatur Desa.
“Sumedang menjadi yang pertama untuk pelatihan ini di Tahun 2021. Tentu melewati pertimbangan yang cukup matang. Setelah ini minggu depan kami akan ke Bengkulu, lalu provinsi-provinsi yang lainnya,” ucapnya.
Ia juga akan memperkuat pelatihan tersebut dengan Program Penguatan Pemerintahan dan Pembangunan Desa (P3PD).
“Ini akan secara masif untuk dilaksanaan di sekitar 180 Kabupaten di seluruh Indonesia. Mudah-mudahan harapan dari Pak Bupati Sumedang menambah lagi kelas untuk 54 Desa lainnya bisa terpenuhi,” katanya
Pada kesempatan tersebut Bupati berkesempatan untuk menyerahkan sertifikat pelatihan kepada para peserta yang secara simbolis diwakili Kepala Desa Gudang dan Kepala Desa Cipacing.(abas)







