Khitanan Masal 60 Anak, Ini yang Dilakukan Wabup Sumedang di Milangkala Yaskures Ke-109…!

SUMEDANG, eljabar.com — Sebanyak 60 anak khitanan dari Desa Sarimekar Kecamatan Jatinunggal menaiki Kuda Renggong dan diarak dengan meriah menelusuri jalan kecamatan.

Arak-arakan tersebut dalam rangka memperingati Milangkala Yayasan Seni Kuda Renggong Sumedang (Yaskures) ke-109 dan Khitanan Masal yang dipusatkan di Lapang Pintu Desa Sarimekar Kecamatan Jatinunggal, Kamis (24/10/2019).

Wakil Bupati Sumedang H Erwan Setiawan didampingi Kadisparbudpora Hari Tri Santosa dan rombongan yang hadir dalam acara tersebut juga disambut dengan menunggangi Kuda Renggong dengan disaksikan ratusan masyarakat Kecamatan Jatinunggal.

H Asep Daseng selaku Ketua Yaskures dalam sambutannya  mengapresiasi kedatangan Wabup beserta tamu undangan lainnya.

“Saya merasa bahagia Pak Wakil Bupati bisa hadir dalam rangka Milangkala Yayasan Seni Kuda Renggong Sumedang (Yaskures) dan kepada para seniman dan budayawan terima kasih atas kedatangannya,” ujarnya.

Ia melaporkan, sebanyak 70 Kuda Renggong ditampilkan  dalam rangka memeriahkan Milangkala Yaskures.

“Semuanya ada 70 ekor kuda, termasuk yang ditunggangi oleh anak-anak khitanan,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa dalam rangka mengembangkan organisasi  terdapat perubahan kelembagaan dari sebelumnya Paguyuban Seni Kuda Renggong Sumedang (Paskures) sekarang menjadi Yaskures.

“Alhamdulillah saya berterima kasih atas dukungan dan motivasi dari Pemerintah Kabupaten Sumedang sehingga sekarang ada kemajuan,” ungkapnya.

Ia pun sedikit mengulas tentang sejarah Kuda Renggong di Sumedang. Dikatakannya bahwa seorang tokoh seni bernama Bapak Sipan dari Cikurubuk Kecamatan Buahdua pada tahun 1910  menciptakan Seni Kuda Renggong yang sekarang menjadi budaya nasional dan sudah mendapatkan sertifikat dari Kemendikbud Republik Indonesia sebagai warisan Budaya Takbenda Indonesia.

“Saya berharap dengan adanya milangkala yang ke 109, kesenian Kuda Renggong makin maju, lebih melejit,” pungkasnya.

Sementara Camat Jatinunggal Edi Wahyu dalam sambutannya menyampaikan beberapa program unggulan untuk Kecamatan Jatinunggal, diantaranya pembangunan jalan dan infrastuktur lainnya.

“Alhamdulillah Kecamatan Jatinunggal mendapat anggaran sebesar Rp. 5 miliar untuk jalan mulai dari Pintu sampai batas Desa Kecamatan Wado. Terima kasih atas perhatian Pemda kepada warga masyarakat Kecamatan Jatinunggal. Mudah-mudahan ke depannya untuk infrastuktur lebih meningkat dan masyarakatnya bisa mewujudkan program Sumedang Simpati,” ujarnya.

Ia menambahkan, dengan adanya akses Jalan Lingkar yang melewati Kecamatan Jatinunggal diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Mudah-mudahan warga masyarakat Kecamatan Jatinunggal bisa memanfaatkan (keberadaan Jalan Lingkar) dengan membuka etalase pariwisata kuliner. Perlihatkan kreasi di bidang makanan dan lainnya. Diharapkan bisa menjadi daya tarik pariwisata yang membuat orang ingin berkunjung,” pungkasnya.

Wabup dalam sambutannya mengatakan, kegiatan pada hari ini pada intinya merupakan sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan yang Maha Esa atas nikmat yang diberi.

“Saya berharap di usia yang ke 109 ini, Keluarga Besar Yaskures dapat menjadikan Seni Kuda Renggong sebagai warisan budaya luhur bisa lebih berkembang ke mancanegara dan Go Internasional,” harapnya.

Ia menambahkan, sebagai seni pertunjukan rakyat yang berbentuk seni Helaran (Pawai, Karnaval), Kuda Renggong telah berkembang dilihat dari pilihan bentuk kudanya yang tegap dan kuat, aksesoris kuda dan perlengkapan musik pengiring, para penari dan semakin semarak dengan berbagai kreasi para senimannya.

“Saya berharap Kuda Renggong menjadi seni pertunjukan khas Kabupaten Sumedang. Kuda Renggong kini telah menjadi komoditas pariwisata yang dikenal secara nasional dan internasional,” pungkasnya. (Abas)

Advertisement

Categories: Regional