KONI Kota Bandung Siapkan 1.858 Atlet untuk Porprov 2026

BANDUNG, eljabar.com — Pemerintah Kota Bandung bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Bandung memastikan kesiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2026. Kota Bandung menargetkan finis di dua besar dan tetap optimistis meraih gelar juara umum.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bandung, Sigit Iskandar, mengatakan persaingan pada Porprov 2026 diperkirakan berlangsung ketat, terutama dengan daerah yang menjadi tuan rumah. Sejumlah daerah yang dinilai menjadi pesaing kuat Kota Bandung antara lain Kota Bekasi, Kota Bogor, dan Kota Depok.
“Kalau target, kita ingin juara umum. Tapi kita realistis saja, mudah-mudahan tidak keluar dari dua besar,” ujar Sigit, Selasa (8/9/2026).
Menurut Sigit, kesiapan atlet menjadi salah satu faktor utama dalam menghadapi Porprov 2026. Persiapan tidak hanya mencakup kemampuan teknis, tetapi juga kondisi fisik, mental, serta pemenuhan kebutuhan gizi atlet.
“Kalau kesiapan atlet itu sudah standar dan harus dipersiapkan dari segi gizi, kesiapan mental, fisik, semuanya sudah dipersiapkan. Tinggal faktor lain yang juga harus kita hitung,” katanya.
Ia juga mengajak para orang tua atlet untuk turut mendukung proses persiapan. Dukungan keluarga dinilai penting dalam menjaga kondisi fisik dan mental atlet, termasuk memastikan asupan gizi selama menjalani latihan intensif.
Sementara itu, Ketua Umum KONI Kota Bandung, Nuryadi, mengatakan pemetaan dan seleksi atlet telah dilakukan sejak Maret 2026 melalui tes fisik terhadap atlet dari berbagai cabang olahraga.
“Sejak Maret tes fisik terhadap semua atlet Kota Bandung yang akan berlaga di Porprov. Alhamdulillah, ada beberapa cabang olahraga yang sangat excellent dan siap tampil tidak hanya di level lokal, tetapi juga internasional,” kata Nuryadi.
Dari proses pembinaan dan seleksi tersebut, jumlah atlet yang dipersiapkan terus mengerucut. Dari sebelumnya lebih dari 2.000 hingga mendekati 3.000 atlet, kini sekitar 1.858 atlet telah dipersiapkan untuk berlaga.
Nuryadi menuturkan, latihan intensif terus dilakukan di masing-masing cabang olahraga. KONI Kota Bandung juga telah menyalurkan dana operasional pembinaan cabang olahraga melalui program Bantuan Operasional Pembinaan (BOP).
“Walaupun kondisi efisiensi terjadi di seluruh Indonesia, alhamdulillah Kota Bandung, operasional kepemilikan sudah diserahkan,” ujarnya.
Selain dukungan pembinaan, KONI Kota Bandung memberikan perhatian terhadap kesejahteraan dan perlindungan atlet. Salah satunya melalui pemberian asuransi bagi atlet yang mengalami cedera selama proses latihan maupun pertandingan.
Menurut Nuryadi, pembinaan atlet tidak hanya berorientasi pada prestasi olahraga. Pendidikan juga menjadi bagian penting agar atlet memiliki masa depan setelah mengakhiri kariernya sebagai atlet.
KONI Kota Bandung telah menjalin kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi, di antaranya Universitas Taruna Bakti, Unjani, dan Sangga Buana. Kerja sama tersebut diarahkan untuk membuka kesempatan pendidikan dan beasiswa bagi atlet berprestasi.
“Kami mengedepankan pendidikan. Jangan sampai atlet pendidikannya terbengkalai. Atlet itu harus pintar, harus terpelajar,” katanya.
Nuryadi mengakui persaingan pada Porprov 2026 akan semakin ketat karena daerah yang menjadi tuan rumah memiliki keuntungan tersendiri.
Karena itu, KONI Kota Bandung memilih memperkuat persiapan internal sembari memantau perkembangan kekuatan daerah lain.
Meski demikian, Nuryadi menilai Kota Bandung memiliki modal kuat melalui ekosistem pembinaan olahraga yang telah dibangun selama ini. Atlet asal Kota Bandung juga dinilai konsisten memberikan kontribusi dalam berbagai ajang olahraga di tingkat yang lebih tinggi.
“Kami harus berpikir ke internal, namun memantau kemampuan eksternal. Doanya saja dari teman-teman supaya apa yang diinginkan pemerintah dan masyarakat Bandung tetap menghasilkan yang maksimal,” ujarnya.
Menjelang pelaksanaan Porprov pada November 2026, Nuryadi meminta seluruh atlet menjaga semangat dan konsistensi latihan.
“Tidak bisa berlari sendiri. Itulah yang disebut ekosistem, mulai dari orang tua menyerahkan anaknya untuk dididik. Secara sistemik pembinaan di Kota Bandung sudah luar biasa,” katanya.
Ia pun mengajak seluruh atlet terus berlatih dan menjaga motivasi hingga pertandingan Porprov 2026 berlangsung.
“Tetap berlatih, semangat untuk menuju Porprov di November 2026,” pungkasnya. *red







