Lantik 24 ASN, Wali Kota Sukabumi Tekankan Integritas dan Transformasi Digital

SUKABUMI – Pemerintah Kota Sukabumi kembali melakukan penyegaran organisasi melalui pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan terhadap 24 aparatur sipil negara (ASN), Kamis (6/8/2026). Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki menegaskan, setiap jabatan merupakan amanah yang harus diwujudkan melalui peningkatan kinerja, integritas, serta pelayanan yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Prosesi pelantikan berlangsung di Ruang Utama Balai Kota Sukabumi dan dihadiri unsur pimpinan DPRD, Wakil Wali Kota, Sekretaris Daerah, Tim Akselerasi Pelayanan Publik (TKPP), serta para kepala perangkat daerah.
Sebanyak 24 pejabat yang dilantik terdiri atas tiga pejabat administrator (Eselon III), 14 pejabat pengawas (Eselon IV), enam pejabat fungsional, dan satu kepala puskesmas.
Dalam sambutannya, Ayep menegaskan bahwa pengisian jabatan di lingkungan Pemkot Sukabumi dilakukan berdasarkan Sistem Merit dan Manajemen Talenta. Menurutnya, mekanisme tersebut mengedepankan kompetensi, kualifikasi, rekam kinerja, serta integritas sehingga proses promosi dan rotasi berlangsung secara objektif, transparan, dan akuntabel.
“Jabatan bukan sekadar promosi atau rotasi, tetapi amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Masyarakat menaruh harapan kepada ASN untuk menghadirkan pelayanan publik yang semakin baik,” ujarnya.
Ia menjelaskan, penilaian terhadap ASN dilakukan melalui instrumen 9 Box Management yang mengukur potensi dan kinerja aparatur secara menyeluruh. Hasil evaluasi tersebut menjadi dasar dalam penempatan pejabat agar sesuai dengan kapasitas dan kebutuhan organisasi.
Menurut Ayep, penerapan sistem merit berbasis manajemen talenta telah membawa Kota Sukabumi menjadi salah satu daerah yang dinilai berhasil menerapkannya. Bahkan, Kota Sukabumi diproyeksikan menjadi daerah percontohan (pilot project) dalam implementasi sistem tersebut di tingkat nasional.
Wali Kota juga memberikan perhatian khusus kepada para lurah dan kepala puskesmas sebagai garda terdepan pelayanan publik. Ia menilai kualitas pelayanan di tingkat kelurahan dan fasilitas kesehatan menjadi tolok ukur kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah.
“Lurah dan kepala puskesmas adalah wajah pemerintah di tengah masyarakat. Berikan pelayanan yang cepat, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan warga,” tegasnya.
Selain itu, Ayep mendorong seluruh ASN untuk terus meningkatkan kompetensi, khususnya dalam penguasaan teknologi digital. Menurutnya, pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) menjadi salah satu kemampuan yang perlu dimiliki aparatur guna mendukung tata kelola pemerintahan yang lebih efektif, efisien, transparan, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Melalui pelantikan ini, Pemerintah Kota Sukabumi berharap kinerja birokrasi semakin profesional, inovatif, dan mampu memberikan pelayanan publik yang berkualitas sesuai harapan masyarakat.(Anne)







