Libur Lebaran Usai, Wahana Wisata Alam Pangjugjugan Masih Jadi Primadona
SUMEDANG, eljabar.com — Meski masa liburan ldul Fitri sudah lewat, namun jumlah animo masyarakat untuk berkunjung ke wahana wisata alam Pangjugjugan Desa Cilembu Kecamatan Pamulihan masih terus berdatangan.
Itu karena di wisata ini, tidak hanya satu item saja. Melainkan banyak wahana wisata yang dapat dinikmati masyarakat hanya dengan membayar tiket Rp10 ribu.
Gausul Anam, Humas Taman Wisata Alam Pangjugjugan Desa Cilembu Kecamatan Pamulihan Sumedang mengatakan ada wahana outbound untuk memfasilitasi mereka yang menginginkan liburan dan kerjasama tim.
“Ada paket wisata outbound, minimal 30 orang. Ya ada permainan yang bisa melatih konsentrasi, kerja sama tim, dan semangat bekerja,” katanya kepada eljabar.com, Minggu (30/6/2019).
Menurut Anam, selain wahana Outbound juga ada wisata menantang seperti flying fox dan permainan jajangkungan. “Pokoknya one stop wisata ada di sini. Jadi sekali beli tiket masuk semuanya bebas dinikmati, kecuali kolam arus yang harus bayar lagi,” katanya.
“Puncak liburan pada H+4, lebaran ribuan pengunjung memadati wahana wisata ini. Tapi Alhamdulillah sekarang juga masih ada pengunjung yang datang,” katanya.
Meski sudah masuk hari kerja, kata dia, namun jumlah pengunjung tetap ramai. Itu karena anak anak sekolah dan guru masih dalam rangka libur sekolah. Bahkan diprediksi sampai sepekan kedepan jumlah pengunjung akan terus bertambah.
“Selain wisata kolam arus, kami juga menyediakan rumah kelinci. Pengunjung bisa melihat kelinci dari dekat dan memberi makan sendiri kelinci di kandangnya,” bebernya.
Selain itu, yang menjadi ciri khas wisata Pangjugjugan adalah nuansa alamnya yang asri dan masih original dengan pepohonan pinus dan cemara yang berdiri di pinggir wisata.
“Fasilitasnya selain kolam renang dan rumah kelinci yang terbaru ada juga flying fox, terapi ikan, Hutan pinus, dan Permainan tradisional. Seperti seperti jajangkungan, sondah, bakiak dan lain lain. Ada juga penginapan kamar sebanyak 35 unit dengan tarif Rp350 per malam,” katanya.
Tak hanya itu, untuk kapasitas pengunjung yang banyak, di Pangjugjugan juga ada aula untuk meeting room dan family ghatering yang bisa menampung 50 orang.
“Cocok untuk acara reunian, kumpul keluarga, dan acara arisan. Kami juga menyediakan menu makanannya sekelas restoran ternama,” katanya.
Bahkan, lanjut Anam di Pangjugjugan bakal ada wisata taman buah buahan jaman dulu, seperti buah kacapi, duwet, dan kupa.
“Ya selain wisata rekreasi juga wisata edukasi. Kan anak zaman sekarang tidak mungkin tahu nama buah buahan zaman dulu,” katanya.
Pihaknya juga ditunjuk Pemkab Sumedang untuk kerja sama dalam bidang Ekowisata Ubi Cilembu. Sehingga pengunjung dapat memetik ubi sendiri dan membakarnya sampai dimakan.
“Pak Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir sudah memantau ke sini. Kedepan wisata Ubi Cilembu ini akan memberdayakan orang Cilembu,” katanya.
Dengan luas total wilayah 40 hektare, katanya, pengunjung bebas berkreasi dan menikmati panorama alam Kaki Gunung Kareumbi. Bila tak puas menjajal siang hari, maka Pangjugjugan menyediakan Camping Ground untuk berwisata alam di malam hari.
“Pokoknya kumplit di Pangjugjugan semua ada untuk acara rekreasi keluarga. Mudah-mudahan pengunjung betah dan mau mampir lagi ke sini dan mengajak sanak saudaranya ke sini,” katanya. (Abas)







