Nasional

LIPK Sumenep Kembali Soroti Kapal Tongkang Baru di Gresik Putih

SUMENEP, eljabar.com – Adanya Kapal Tongkang baru di Desa Gresik Putih, Kecamatan Gapura, Kabupaten Sumenep, Madura, kembali disorot Lembaga Independen Pengawas Keuangan (LIPK).
Sebelumnya, sarana transportasi laut yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) setempat dilaporkan ke polisi akibat dugaan korupsi. Kali ini kembali ada kapal tongkang baru yang dikelola dan menjadi aset Bumdes.
Menurut ketua LIPK Sumenep, Syaifiddin mengatakan, kuat dugaan jika hingga saat ini kapal tongkang baru tersebut belum mengantongi izin. Meski saat ini, kapal tongkang itu nampak belum beroperasi namun sudah sandar di dermaga pelabuhan setempat.
“Kami minta kepada Dinas Perhubungan (Dishub) Sumenep untuk komitmen dengan janjinya yang tidak akan mengeluarkan ijin tongkang yang baru,” kata Syaifiddin pada media ini, Selasa (11/05/2021).
Syaifiddin mengaku, saat ini kasus dugaan korupsi yang dilaporkannya tentang dugaan korupsi kapal tongkang yang lama tetap bergulir di meja Polres Sumenep.
Sebab itu, pihaknya mengancam Dinas terkait tidak bermain-main dengan perkara tersebut. Apalagi sampai memberikan izin operasional kapal tongkang yang baru.
“Apapun alasannya, karena itu sangat tidak sesuai dengan aturan dan regulasi yang ada, dan kami punya buktinya kalau Dishub Sumenep tidak akan mengeluarkan ijin tongkang yang baru. Baik itu punya Bumdes Gersik Putih yang baru atau Bumdes Kalianget Timur,” tambahnya.
Untuk diketahui, mengacu pada pasal 27 ayat 1 yang berbunyi, untuk melakukan usaha angkutan penyeberangan wajib pemiliki Izin Usaha Angkutan Penyeberangan. Hal itu tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 104 Tahun 2017 tentang penyelenggaraan angkutan penyeberangan.

Sementara itu, hingga berita ini ditayangkan, belum ada konfirmasi valid dari Dishub Sumenep. Saat dikonfirmasi melalui sambungan selularnya, Kepala Dishub Sumenep, Agustiono Sulasno, berikut Kepala Bidang (Kabid) Angkutan Umum, Tayub tidak merespon. Meski nada tunggu sambungan selularnya terdengar aktif.
Bahkan, sejumlah pejabat Dishub Sumenep sulit ditemui sejumlah pewarta baru-baru ini. (ury)

Show More
Back to top button