Lokomotif Perekonomian Jawa Timur, JLS Lot 7 Sajikan Akses Keindahan Pantai Selatan Blitar dan Malang

SURABAYA, eljabar.com – Pembangunan Jalur Lintas Selatan (JLS) Lot 7 ruas Bts Kabupaten Tulungagung – Serang – bts Kabupaten Malang sudah rampung. Truk-truk yang sedang mengangkut tebu terlihat melintas di ruas Pantai Serang – Pantai Tambakrejo sepanjang kurang lebih 14 kilometer.
Di ruas jalan tersebut juga sudah mulai terpasang rambu penunjuk jalan dan lampu penerangan jalan umum. Dan tepat di perempatan Sidorejo, aktivitas proyek terlihat melakukan beberapa pembenahan.
Ruas jalan yang membelah perbukitan selatan Tulungagung hingga Kabupaten Malang itu kini bahu jalan (berm) pada sisi kanan dan kiri yang tersebar di spot-spot lokasi ruas tersebut telahdicor. Seluruh permukaan jalan telah tertutup oleh lapisan perkerasan lentur berupa aspal.
Tak jauh di timur perempatan Dusun Sonaman, Desa Tambakrejo, aktivitas pekerja dan alat berat terlihat sedang menyelesaikan pekerjaan drainase jalan yang menggunakan beton pracetak.
Mengutip laporan keuangan konsolidasian triwulan III tahun 2022 (unaudited) PT Pembangunan Perumahan (Persero) selaku penyedia jasa, salah satu BUMN karya membukukan itu kontrak JLS lot 7 sebesar Rp. 310,89 miliar. Jika tidak ada perubahan kontrak (addendum), maka pelaksanaan kontrak pekerjaan yang dimulai pada 14 April 2020 akan berakhir pada 14 Oktober 2022.
Apabila telah difungsionalkan, jalan yang menyerupai Great Ocean Road di Australia itu diharapkan akan menjadi lokomotif perekonomian wilayah selatan Jawa Timur dan menjadi pengungkit ekonomi masyarakat setempat, terutama dari sektor industri pariwisata.
Tak hanya pariwisata, JLS lot 7 ini juga nantinya akan mendorong di semua sektor termasuk di dalamnya peningkatan sumber daya manusia seiring dengan program-program pembangunan di kawasan Tulungagung, Trenggalek maupun Malang selatan.
Dari total pembangunan JLS lot 7 sepanjang 66,12 kilometer itu, sejumlah kendala pun timbul pada proses pembangunannya.
Dari 8 ruas jalan yang dibangun mulai ruas Pantai Molang-Bululawang di ujung barat kemudian melintasi perbatasan Blitar-Tulungagung hingga ruas Jolosutro-Malang di perbatasan Blitar-Malang di ujung timur. Sebagian besar ruas jalan yang dibangun JLS lot 7 tersebut berada di dalam wilayah administratif Kabupaten Blitar.
Untuk ruas Jolosutro-Malang terjadi perubahan trase karena berdasarkan kajian tim dari Kementerian PUPR kemiringan di ruas tersebut terlalu tinggi. Perubahan trase ini mengakibatkan progres pekerjaan lot 7 tertinggal dibandingkan dengan kemajuan yang dicapai oleh lot lainnya.
Seiring dengan pekerjaan JLS lot 7 ruas Pantai Serang – Pantai Tambakrejo yang telah selesai, Pemerintah Kabupaten Blitar telah mempersiapkan masterplan wisata 8 pantai yang dilintasi jalan baru tersebut.
Pantai-pantai tersebut terdiri dari Pantai Tambakrejo, Gondo Mayit, Jebring, Benteng Mati, Pudak, Keben, Serit dan Serang.
Bahkan, menurut pihak Dinas Pariwisata Budaya Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Blitar, kajiannya telah selesai dibuat dan menyiapkan Detail Engineering Design (DED).
Sementara itu, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jawa Timur – Bali, melalui Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah II Provinsi Jawa Timur, terus berupaya merealisasikan pembangunan JLS lot 7.
Pengerjaan di ruas-ruas jalan Proyek Strategis Nasional tersebut tetap menggeliat meskipun sempat terdampak pandemi Covid-19 dan eskalasi harga aspal serta BBM.
Ruas yang menuju arah barat Pantai Pasur, Desa Bululawang, Kecamatan Bakung, Kabupaten Blitar, telah tembus ke Tulungagung. Begitu juga ruas yang ke arah timur Wates, telah tembus ke Kabupaten Malang. _(*redaksi/iwn)_







