Memaksimalkan Pelayanan Aksesibilitas Bagi Penyandang Disabilitas - El Jabar

Memaksimalkan Pelayanan Aksesibilitas Bagi Penyandang Disabilitas

ADIKARYA PARLEMEN

BANDUNG, elJabar.com — Pada dasarnya penyandang cacat tubuh (disabilitas) memiliki kemampuan dan potensi yang dapat dikembangkan agar dapat mandiri. Untuk dapat mandiri penyandang disabilitas memerlukan rehabilitasi sosial, dan untuk dapat melaksanakan rehabilitasi sosial dengan baik, maka perlu diketahui kebutuhan penyandang disabilita.

Penyandang disabilitas membutuhkan adanya pengakuan akan keberadaan mereka sebagai individu dan makluk sosial yang memiliki kemampuan dan potensi yang tidak jauh berbeda dengan orang normal.

Mereka juga membutuhkan adanya pengakuan dan penerimaan dari orangtua, keluarga dan masyarakat dengan kondisi kecacatannya. Selanjutnya mereka juga membutuhkan pelayanan umum/aksesibilitas yang dapat mendukung segala aktivitasnya dan akses pekerjaan sesuai dengan kemampuannya.

Dan yang pasti menurut Ketua Komisi 5 DPRD Jawa Barat, Dadang Kurniawan, penyandang disabilitas merupakan bagian dari masyarakat Indonesia yang memiliki kedudukan, hak, kewajiban dan kesempatan serta peran yang sama dalam segala aspek kehidupan maupun penghidupan seperti halnya WNI lain.

“Sehingga harus mendapatkan perhatian dan perlakuan yang sama, bahkan lebih. Karena mereka juga merupakan bagian dari warga Negara juga,” ujar Dadang Kurniawan, kepada elJabar.com.

Kondisi sosial penyandang disabilitas pada umumnya dalam keadaan rentan, baik dari aspek ekonomi, pendidikan, keterampilan maupun kemasyarakatan.

Secara ekstrem bahkan masih ada keluarga yang menyembunyikan anggota keluarga yang cacat terutama d ipedesaaan. Disisi lain masih ada masyarakat yang memandang dengan sebelah mata terhadap keberadaan dan kemampuan para penyandang disabilitas.

Penyandang disabilitas secara psikis akan mengalami rasa rendah diri dan kesulitan dalam menyesuaikan diri di masyarakat, karena perlakuan masyarakat/lingkungan sekitar berupa celaan atau belas kasihan ketika memandang mereka.

Perlu adanya peningkatan sosialisasi tentang penyandang disabilitas, masalah dan kebutuhannya. Hal ini untuk menghilangkan stigma masyarakat dan meningkatkan kepedulian masyarakat kepada penyandang disabilitas.

“Penyandang disabilitas sebagai salah satu penyandang masalah kesejahteraan social, perlu mendapat perhatian agar mereka dapat melaksanakan fungsi sosialnya,” jelas Anggota Fraksi Gerindra DPRD Jabar ini.

Aksesibilitas disetiap ruang publik dan tempat kerja, perlu memperbanyak alat bantu mobilitas bagi penyandang disabilitas sesuai dengan tingkat kecacatan. Pemberian pelayanan sosial hendaknya mengacu pada kebutuhan penyandang disabilitas, sesuai dengan Perda sebagai bentuk perlindungan bagi penyandang disabilitas di setiap daerah.

Penyandang disabilitas merupakan bagian masyarakat Indonesia yang memiliki kedudukan, hak, kewajiban dan kesempatan serta peran yang sama dalam segala aspek kehidupan maupun penghidupan seperti halnya WNI lain.

Permasalahan yang dihadapi penyandang disabilitas di Indonesia antara lain kurangnya akses informasi tentang pentingnya melakukan rehabilitasi, kurangnya fasilitas umum yang mempermudah para penyandang disabilitas melaksanakan kegiatan sehari-hari dan kurangnya akses pekerjaan untuk penyandang disabilitas.

Para penyandang disabilitas di Indonesia khususnya yang berada dipelosok masih banyak  yang belum mengetahui bahwa mereka memerlukan rehabilitasi.

“Akibatnya banyak para penyandang disabilitas yang terlantar dan menghadapi permasalahan kesehatan, pendidikan, ekonomi dan sosial yang semakin parah,” ungkapnya.

Permasalahan yang dihadapi para penyandang disabilitas tersebut perlu ditangani sedini mungkin agar mereka tidak mengalami kecemasan berlebihan, putus harapan, takut bertemu orang, malu berlebihan, suka menyendiri dan memandang rendah dirinya.

Kondisi tersebut apabila dibiarkan akan menggangu kepercayaan diri penyandang disabilitas dalam melaksanakan segala aktivitasnya. Orang yang mengalami cacat tubuh jika tidak mampu mengatasi krisis pada dirinya akan mengakibatkan lebih tertekan.

Guna meningkatkan kualitas hidup para penyandang disabilitas, maka mereka membutuhkan upaya pelayanan dan rehabilitasi sosial. Pelayanan dan rehabilitasi baik dari segi medis maupun sosial merupakan upaya penting untuk membantu mengembalikan fungsi  social penyandang disabilitas.

Upaya peningkatan kesejahteraan sosial untuk mengatasi permasalahan penyandang disabilitas telah ditempuh melalui kegiatan rehabiltasi, baik melalui sistem panti maupun non panti.

“Pusat rehabilitasi sosial penyandang disabilitas merupakan salah satu wujud perhatian pemerintah,  terhadap para penyandang disabilitas,” pungkasnya. (muis)

Categories: Adikarya Parlemen,Politik