Momentum Nataru, Kabid Humas Polda Jabar Himbau Warga tak Lakukan Konvoi

SUMEDANG, eljabar.com — Kabid Humas Polda Jawa Barat (Jabar), Kombes Saptono Erlangga Waskitoroso didampingi Kaposyan Jatinangor, Kompol Denny Ginanjar Solichin menyebutkan, kendati sudah terjadi peningkatan volume kendaraan disejumlah jalur utama Jabar, namun situasi arus lalulintas masih relatif lancar dan terkendali.

“Hasil pantauan dan laporan diwilayah hukum Polda Jabar, situasi secara umum dalam Operasi (Ops) Lilin Lodaya 2019 masih kondusif tidak terjadi hal hal yang begitu menonjol, Sitkamtibmas masih aman dan kondusif begitupun dengan lalulintas relatif ramai lancar,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (25/12/2019).

Tak hanya itu, sambung Kabid Humas, pihaknya pun mewanti wanti dan persiapkan antisipasi saat terjadi lonjakan arus mudik balik libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

“Mengingat, dalam Ops Lilin Lodaya 2019 ini, sebanyak 18.330 personel Polri Polda Jabar dilibatkan, didukung oleh 9.229 personel TNI berikut unsur terkait lainnya,” ujar Erlangga.

Pihaknya mengimbau, dalam momentum Nataru masyarakat tidak melaksanakan konvoi.

“Kami berharap, dalam perayaan Nataru sejatinya, dilaksanakan sebaik baiknya demi tercipta keamanan dan ketertiban.

Dikatakan, Ops Lilin tahun 2019 merupakan operasi kepolisian terpusat yang akan dilaksanakan selama 10 hari, mulai Senin (23/12/2019) lalu hingga Rabu (1/1/2020) nantu. Sedangkan untuk fokus pengamanan dilaksanakan disejumlah tempat seperti, gereja, tempat wisata, pusat perbelanjaan, obyek perayaan tahun baru, terminal, pelabuhan, stasiun KA, dan bandara.

“Personel Polda Jabar gabungan ini telah ditempatkan pada 1.792 titik pos pengamanan, 745 titik pos pelayanan, dan 45 titik pos terpadu. Strategi yang diterapkan dalam operasi ini adalah mengedepankan tindakan preemtif dan preventif dengan didukung kegiatan intelijen, berupa deteksi dini dan deteksi aksi, serta penegakan hukum secara tegas dan profesional,” katanya.

Olehsebab itu, imbuh Erlangga, seluruh Polres Polda Jabar harus dapat bersinergi dengan stakeholder terkait untuk menentukan langkah antisipasi yang proaktif dan menerapkan strategi yang tepat, guna mengatasi berbagai potensi gangguan yang ada, sesuai dengan karakteristik kerawanan masing-masing daerah. (Abas)

Advertisement

Categories: TNI / POLRI