MoU Pemeliharaan 2 Sungai, DPUPR Jangan Asal Ngeruk Asal Nanggul – El Jabar

MoU Pemeliharaan 2 Sungai, DPUPR Jangan Asal Ngeruk Asal Nanggul

PAMEKASAN, eljabar.com – Pelaksanaan pemeliharaan dua sungai di kota Pamekasan menuai kritik. Selain dinilai kuat tidak mengantongi rekomtek pembuatan tanggul dari instansi yang berwenang dalam pengelolaan sungai, seperti BWS Madura- Bawean maupun Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas, kegiatan normalisasi tersebut dituding jadi ajang meraup keuntungan pribadi.

Tudingan itu beralasan, pengerjaan pembuatan tanggul seharusnya tidak asal membangun. Meskipun sudah MoU, seharusnya peraturan dan perundangan lainnya tetap harus ditempuh dan dipenuhi.

Hal ini diungkapkan oleh pendiri Invasus, lembaga nir laba yang menyoroti aset dan investasi pembangunan, Lukas Jebaru, di sela kegiatan advokasi masyarakat terdampak pembangunan jalan tol Cisumdawu.

“Saya kira tidak elok kalau cuma berbasis MoU, karena rekomendasi teknis atau desain tanggul yang akan dibangun kan harus diverifikasi. Ini kan berjenjang kewenangannya,” kata Lukas, melalui aplikasi pesan.

Ia menyayangkan jika dinas teknis yang menjadi leading sector pelaksanaan, justru belum memahami hal-hal seperti ini.

“Saya yakin mereka paham, bahwa untuk membangun apapun di badan dan bagian sungai harus ada rekomendasi teknis instansi berwenang,” ujarnya.

Sementara itu, hingga berita ini ditayangkan PPKo kegiatan pemeliharaan sungai, masih belum bersedia ditemui. Melalui pesan yang diterima eljabar.com, ia mengatakan masih sedang kurang sehat.

Seperti diberitakan sebelumnya, penelusuran eljabar.com di sejumlah spot lokasi pengerukan sungai, tanggul yang dibangun dari hasil galian sedimen sungai belum efektif, sehingga hanya membuang-buang anggaran belaka.

Sinyalemen ini menyeruak, sebab setiap pelaksanaan konstruksi, sebelum desain rencana konstruksi tanggul disetujui, menurut Lukas, harus diverifikasi oleh instansi berwenang, sehingga tidak menimbulkan distorsi di tengah masyarakat.

Ia juga mendesak instansi terkait untuk tidak tinggal diam melihat pelaksanaan pemeliharaan sungai di jantung kota Pamekasan tersebut.

“Bukan hanya untuk mempercantik kota saja, lebih dari itu, pelaksanaan kegiatan pembangunan itu harus berintegritas juga,” pungkas Lukas. (*wn/idr)

Categories: Nasional