Napi Lapas Pamekasan Gelar Praktik Kemandirian dengan Jasa Pencucian Kendaraan Bermotor - El Jabar

Napi Lapas Pamekasan Gelar Praktik Kemandirian dengan Jasa Pencucian Kendaraan Bermotor

Pamekasan, eljabar – Mendapatkan kesempatan berasimilasi termasuk cuti mengunjungi keluarga dan mendapatkan pendidikan serta pengajaran merupakan hak warga binaan yang akan bermanfaat bagi eterampilan dan kemandirian.

Hal ini sejalan dengan optimalisasi sumber daya baik, melalui bimbingan bakat dan bimbingan keterampilan di Lapas.

Bimbingan bakat dan bimbingan keterampilan tersebut akan meningkatkan mutu dan kualitas narapidana dalam mengaktualisasikan dirinya sesuai dengan minat, bakat dan keterampilan yang dimiliki.

Sistem pemasyarakatan secara konseptual dan historis sangatlah berbeda dengan sistem kepenjaraan. Asas yang diterapkan sistem pemasyarakatan menempatkan tahanan, narapidana,  warga negara bukan dengan latar belakang pembalasan atau penjeraan tetapi dengan pembinaan dan bimbingan.

Secara umum dapat dikatakan bahwa pembinaan dan bimbingan pemasyarakatan harus ditingkatkan melalui pendekatan mental, jasmani dan kedisiplinan.

Implementasi dari pembinaan keterampilan kemandirian meliputi kerjasama dari bererapa stakeholders. Dianataranya adalah Dinas ketahanan pangan,holtikultura dan perkebunan dalam wujud pelatihan pembuatan pupuk organik dan bercocok tanam sehingga Lapas Pamekasan berhasil mendukung ketahanan pangan Pamekasan dengan berhasil menghasilkan kualiatas padi yang baik.bercocok tanam ini dilakukan dalam kawasan pembinaan terpadu.

Selain itu kemampuan Narapidana dalam bidang wirausaha,Lapas pamekasan mewujudkan tempat pelatihan wirausaha bidang cuci motor yang sudah dikenal dengan NATO CARWASH.

Pembinaan pelatihan ini disesuaikan dengan minat dan harapan para narapidana.dibidang kontruksi umum hasil kerjasama dengan kementerian PUPR berhasil mencetak narapidana menjadi ahli dibidangnya, diantaranya kontruksi bangunan umum,kontruksi besi dengan pengelasannya.dan kesemuanya dibekali dengan sertifikat.

Kalapas pamekasan mengatakan, narapidana (napi) yang dilatih menjadi tenaga kerja konstruksi bersertifikat nantinya bisa menjadi orang yang berguna bagi lingkungan di sekitarnya napi yang menjadi tenaga kerja konstruksi bersertifikat para pekerja  dalam membedah rumah

Menurut dia, pelatihan dengan serius dan kemudian mempraktikkan ilmu yang didapat dalam kehidupan setelah nanti statusnya bebas, itu akan menjadi bukti nyata serta bisa bermanfaat keberadaan mereka.”tutur Shohibul Rahman (idrus)

Categories: Nasional