Optimalisasi Strategi Pemasaran Dalam Pengembangan Ekonomi Kreatif
ADIKARYA PARLEMEN
BANDUNG, elJabar.com — Aspek pemasaran dalam pengembangan ekonomi kreatif perlu diperbaiki, terkait dengan potensi pasar lokal dan global.
Hal ini dapat didorong oleh beberapa faktor, antara lain dengan meningkatnya pendapatan per kapita masyarakat yang berdampak meningkatnya jumlah barang dan jasa, termasuk karya pelaku ekonomi kreatif.
Kemudian perubahan pola konsumsi masyarakat yang juga ikut serta dalam proses produksi, serta meningkatnya jumlah penduduk, menjadi factor pendorong juga.
Ketiga hal tersebut diatas, diyakini H. Sopyan, Anggota Komisi 2 DPRD Jawa Barat, dapat meningkatkan permintaan terhadap produk dan jasa kreatif. Sehingga untuk pengembangan ekonomi kreatif di Jawa Barat, dibutuhkan langkah kongkrit dari Pemerintah Provinsi.
“Apalagi, program pemasaran yang selama ini difasilitasi oleh pemerintah provinsi melalui dinas terkait, sepertinya belum dirasakan secara optimal oleh para pelaku ekonomi kreatif,” ujar H. Sopyan, kepada eljabar.com.
Perluasan pasar bagi karya kreatif dalam bentuk penetrasi dan diversifikasi pasar di dalam dan luar negeri, menjadi penting.
Secara kongkrit pelaku ekonomi kreatif membutuhkan bauran pemasaran yang kongkrit. Mulai dari produk, harga, promosi dan tempat untuk dapat mendorong pengembangan bisnis ekonomi kreatif.
Namun yang juga penting menurut H. Sopyan, produk bagi pelaku usaha dengan skala usaha mikro kecil menengah seperti ekonomi kreatif adalah untuk menciptakan local branding sebagai ciri khas produk hasil ekonomi kreatif itu sendiri. Sehingga masyarakat mulai menggunakan produk kreatif tersebut.
Peran penting pemasaran melalui media sosial menurut H. Sopyan, sepertinya masih belum digunakan untuk pemasaran oleh seluruh para pelaku usaha ekonomi kreatif. Ini berdasarkan pantauannya, yang jarang menemukan produk yang ia temui dilapangan, tapi tidak ia temukan di media social.
“Promosi di media sosial juga, penting untuk optimalkan. Ini cukup memiliki jangkauan yang luas, baik secara geografis maupun kelas social. Selain biaya yang sangat murah dalam pemasaran produk ataupun jasa,” ungkapnya.
Namun karena masih banyak pelaku pemula, dengan keterbatasan keuangan/modal dan sumber daya manusia, H. Sopyan, berharap Pemerintah Provinsi Jawa Barat dapat membantu pemasaran komunitas ini secara maksimal.
Pemerintah punya segalanya untuk membantu mengembangkan pelaku usaha ini, khususnya dalam bidang pemasaran. Sehingga secara optimal, pemerintah harus membantu secara serius dan terus-menerus dalam pemasaran karya para pelaku ekonomi kreatif.
“Karena potensinya terhadap pendapatan masyarakat cukup signifikan, potensi ini bukan hanya didorong untuk tumbuh. Namun harus dibantu juga dalam pemasarannya,” tandasnya.
Kalau perlu menurut H. Sopyan yang juga merupakan Anggota Fraksi Gerindra DPRD Jabar ini, Pemprov Jabar membangun suatu kawasan yang representative, sebagai kawasan khusus untuk pemasaran karya para pelaku ekonomi kreatif.
“Ya, semacam pasar khusus gitu. Tidak tercampur dengan produk lain. Sehingga ini bias menjadi ikon dari produk mereka. Saya kira, Pemprov mampu untuk melakukan itu,” pungkasnya. (muis)







