Pangdam III/Siliwangi Apresiasi Satgas Pamtas Yonarmed 4/Parahyangan, Ungkap 65 Kasus Penyelundupan di Perbatasan RI–Malaysia

BANDUNG, – Pangdam III/Siliwangi Mayor Jenderal TNI Kosasih, S.E., M.M., menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada personel Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI–Malaysia Yonarmed 4/Parahyangan atas dedikasi dan keberhasilan mereka selama menjalankan tugas operasi Tahun Anggaran 2026.
Selama bertugas di wilayah perbatasan, satgas berhasil menggagalkan berbagai kasus penyelundupan, mulai dari narkoba, minuman keras, senjata api, bahan bakar minyak (BBM), hingga munisi. Berdasarkan laporan satuan, keberhasilan tersebut mencakup puluhan kasus dengan berbagai barang bukti yang berhasil diamankan.
Apresiasi itu disampaikan Pangdam dalam upacara penyambutan personel purna tugas operasi Pamtas RI–Malaysia Yonarmed 4/Parahyangan yang berlangsung di Lapangan Serka Dedy Unadi, Markas Kodam III/Siliwangi, Jalan Aceh Nomor 69, Bandung, Selasa (20/10/2026).
“Saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan atas dedikasi, loyalitas serta kesungguhan yang telah kalian tunjukkan selama melaksanakan tugas,” ujar Kosasih.
Berdasarkan laporan satuan, Satgas Pamtas Yonarmed 4/Parahyangan berhasil menggagalkan lima kasus narkoba dengan barang bukti seberat 520,1 gram. Selain itu, personel juga mengungkap 36 kasus penyelundupan minuman keras dengan total barang bukti mencapai 8.484 botol dan kaleng.
Di bidang pengamanan senjata, satgas berhasil menggagalkan 14 kasus penyelundupan dengan barang bukti sebanyak 14 pucuk senjata. Sementara itu, dua kasus penyelundupan BBM turut digagalkan dengan total barang bukti mencapai 1.800 liter.
Keberhasilan lainnya meliputi penggagalan tujuh kasus penyelundupan munisi dengan barang bukti 874 butir, serta pengungkapan satu kasus pertambangan ilegal yang melibatkan tiga unit ekskavator.
Capaian tersebut menunjukkan peran strategis prajurit TNI dalam menjaga keamanan wilayah perbatasan sekaligus mencegah berbagai aktivitas ilegal yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan negara.
Pangdam menilai keberhasilan itu merupakan hasil dari kewaspadaan, kerja keras, kedisiplinan, dan kekompakan seluruh personel selama menjalankan tugas di wilayah operasi. Selain kemampuan dalam melaksanakan pengamanan, prajurit juga dituntut mampu membangun hubungan yang baik dengan masyarakat setempat serta menjaga kehormatan TNI Angkatan Darat.
“Tugas pengamanan perbatasan bukanlah tugas yang ringan,” tegas Kosasih.
Menurutnya, penugasan di wilayah perbatasan membutuhkan kesiapan fisik dan mental, disiplin tinggi, serta kemampuan mengambil keputusan secara tepat dalam menghadapi berbagai tantangan di lapangan.
Karena itu, Pangdam mengingatkan seluruh personel agar tidak cepat berpuas diri atas capaian yang telah diraih. Pengalaman selama bertugas harus menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki kekurangan sekaligus meningkatkan kemampuan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi penugasan berikutnya.
“Namun, saya tekankan, keberhasilan tersebut jangan membuat kita berpuas diri. Jadikan pengalaman selama penugasan sebagai bahan evaluasi untuk terus meningkatkan kemampuan, disiplin dan kesiapsiagaan dalam menghadapi setiap tugas yang akan datang,” tegasnya.
Selain evaluasi kemampuan prajurit, Pangdam juga menekankan pentingnya konsolidasi menyeluruh setelah seluruh personel kembali ke satuan. Langkah tersebut mencakup pemeriksaan kondisi prajurit serta pengecekan dan inventarisasi senjata, munisi, dan perlengkapan yang digunakan selama operasi.
Seluruh perlengkapan harus dipastikan tercatat dengan baik, aman, lengkap, serta dapat dipertanggungjawabkan sesuai ketentuan yang berlaku.
Aspek kesehatan dan pemulihan personel juga menjadi perhatian. Setelah menjalani tugas di wilayah perbatasan, prajurit perlu mendapatkan pemeriksaan kesehatan dan waktu istirahat yang memadai sebelum kembali menjalankan rutinitas kedinasan.
Penyesuaian aktivitas dilakukan secara bertahap dengan tetap menjaga disiplin, profesionalisme, dan kesiapan menghadapi tugas-tugas selanjutnya.
Pada kesempatan tersebut, Pangdam III/Siliwangi turut menyampaikan penghargaan kepada keluarga prajurit yang selama ini memberikan doa, dukungan, dan semangat kepada anggota keluarga mereka yang bertugas di perbatasan.
Menurutnya, dukungan keluarga merupakan salah satu sumber kekuatan bagi prajurit dalam menghadapi berbagai tantangan selama menjalankan tugas negara. Keberhasilan prajurit tidak terlepas dari dukungan moral keluarga yang senantiasa memberikan semangat selama masa penugasan.
Pangdam berharap para prajurit dapat memanfaatkan waktu setelah kembali ke satuan untuk memulihkan kondisi fisik dan mental, mempererat kebersamaan dengan keluarga, serta mempersiapkan diri menghadapi tanggung jawab berikutnya.
“Selamat kembali ke home base dan selamat berkumpul bersama keluarga. Gunakan waktu ini untuk memulihkan kondisi, mempererat kebersamaan serta mempersiapkan diri menghadapi tugas dan tanggung jawab selanjutnya,” tutup Kosasih.
Keberhasilan Satgas Pamtas Yonarmed 4/Parahyangan tersebut menjadi catatan penting dalam pelaksanaan tugas pengamanan perbatasan RI–Malaysia, sekaligus menjadi motivasi bagi prajurit untuk terus meningkatkan profesionalisme, disiplin, dan kesiapsiagaan dalam menjaga kedaulatan serta keamanan negara. (**)







