Nasional

Pekerjaan Konstruksi Selesai, Wajah Baru Kawasan Cagar Budaya Gresik Jadi Magnet Wisata

GRESIK, eljabar.com – Pekerjaan konstruksi peningkatan kualitas permukiman kumuh pesisir timur Gresik, kini hanya menyisakan finishing. Beberapa pekerja terlihat menyempurnakan bagian-bagian pekerjaan. Selama penanganan, penataan kawasan cagar budaya Bandar Grisse mengalami penyesuaian lapangan.

“Ada penyesuaian di lapangan dan hal ini sudah didiskusikan dengan Pemkab Gresik. Saat ini tinggal finishing, mudah-mudahan dilancarkan,” ujar PPK Pengembangan Kawasan Permukiman Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Permukiman Wilayah I Provinsi Jawa Timur, Rekyan Puruhita Sari, melalui keterangan tertulis yang diterima aplikasi pesan elektronik eljabar.com pada Jumat, 14 Oktober 2022.

Selanjutnya Rekyan menyampaikan, pekerjaan di kawasan utara Gresik tersebut mengalami beberapa kali perubahan waktu pelaksanaan. Ini dilakukan untuk menyesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan lapangan.

“Waktu pelaksanaan diperpanjang sampai 11 November 2022,” katanya.

Rekyan menambahkan, selama pengerjaan pihaknya mengaku sering berada di lokasi proyek. Tujuannya untuk mencari solusi yang tepat dari masalah dan kendala yang timbul selama pelaksanaan proyek.

“Saya juga berusaha menjaga performa kerja pengawas tetap maksimal sehingga memberikan yang terbaik untuk Gresik,” katanya.

Selama tahap finishing, pekerja hanya melengkapi bagian-bagian yang kurang, sebab semuanya sudah lengkap dan terpasang.

Pekerjaan penataan kawasan cagar budaya merevitalisasi tujuh ruas jalan, meliputi Jalan Basuki Rahmat, Jalan Malik Ibrahim, Jalan Setia Budi, Jalan KH Zubair, Jalan Agus Salim dan Jalan AKS Tubun.

Selain revitalisasi jalan, pekerjaan di kawasan cagar budaya tersebut, antara lain jalur pedestrian, drainase da Penerangan Jalan Umum (PJU).

Penataan di kawasan cagar budaya tersebut meliputi Kampung Arab, Kampung Kolonial dan Kampung Pecinan.

Diharapkan penataan kawasan Kampung Arab bisa mendorong pengembangan wisata religi yang menjadi satu kesatuan dengan makam Maulana Malik Ibrahim.

Sedangkan kawasan Kampung Kolonial akan menjadi satu kesatuan dan terintegrasi dengan Kampung Kemasan, Kampung Arab, dan Kampung Pecinan.

Pada kawasan cagar budaya seluas 60 hektare ini banyak terdapat bangunan kuno sejak abad 14 dan dikenal dengan sebutan Bandar Grisse. (*wn/and’s)

Show More
Back to top button