Pekerjaan Tanggul Serampangan, Disposal Area Galian Sedimen Sungai Gurem Tak Jelas – El Jabar

Pekerjaan Tanggul Serampangan, Disposal Area Galian Sedimen Sungai Gurem Tak Jelas

PAMEKASAN, eljabar.com – Pelerjaan pengerukan sedimen sungai Gurem yang berada di jantung kota Pamekasan menuai sorotan tajam sejumlah elemen masyarakat.

Meski telah berlangsung seminggu lebih, namun hingga saat ini Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) tersebut, Mudaffar, belum menjelaskan secara pasti disposal area dari pengerukan sedimen sungai Gurem.

Ia hanya mengatakan bahwa sebagian dari sedimen itu dijadikan tanggul, seperti yang ada di sisi timur Jembatan Gurem, jembatan nasional yang dikelola oleh PPK 3.3 Jawa Timur dari Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah 3 Provinsi Jatim.

Padahal berdasarkan pemantauan eljabar.com, akses jalan di sisi timur Jembatan Gurem masih cukup bagi dump truk berkapasitas 4 meter kubik untuk mengangkut hasil galian itu.

Namun Mudaffar mengelak. Pihaknya, kata dia, sebagian dari galian sedimen tersebut akan dimanfaatkan untuk trap tanggul, melengkapi tanggul eksisting yang telah ada dan menambah kapasitas penampang sungai.

Hal ini memang dimungkinkan, sebab tidak mengubah desain rencana awal sungai tersebut yang sudah memperhitungkan elevasi full suply level atau kondisi tingkat permukaan air maksimum.

Meskipun begitu, pengerjaan tanggul-tanggul sekunder tersebut tetap harus sesuai dengan ketentuan spesifikasi teknisnya. Pasalnya, jika spesifikasi teknis itu tidak dipenuhi maka akan mereduksi kualitas konstruksi tanggul itu sendiri.
Padahal, secara kasat mata tanggul yang dibangun di sisi timur Jembatan Gurem, pemadatannya disinyalir tidak dilakukan sebagaimana mestinya.

Selama eljabar.com memantau, tidak menemukan alat untuk pemadatan tanah bekerja, misalnya baby roller. Pemadatannya hanya menggunakan alat berat jenis beckhoe. Tentu, metode pelaksanaan pembuatan tanggul seperti ini tidak sesuai dengan metode pelaksanaan dan metode teknis. Sehingga hal ini akan menurunkan mutu dan kualitas konstruksi tanggul yang diharapkan serta mereduksi perhitungan analisa harga satuan yang ditetapkan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, dana kegiatan normalisasi sungai tersebut mencapai Rp 1,5 miliar. (idrus/bersambung)

Categories: Nasional