Pemkab Sumedang Berikan Perhatian Khusus Kepada Penderita Hidrosefalus - El Jabar

Pemkab Sumedang Berikan Perhatian Khusus Kepada Penderita Hidrosefalus

SUMEDANG, eljabar.com — Penderita Hidrosefalus di Kabupaten Sumedang mendapatkan perhatian khusus dari Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang mengingat kebanyakan berasal dari keluarga kurang mampu.

Hal tersebut diungkapkan Wakil Bupati Sumedang H. Erwan Setiawan saat kunjungan ke salah satu penderita Hidrosefalus di Dusun Dago Desa Sukajaya Kecamatan Sumedang Selatan, Kamis (27/08/2020).

Wabup mengatakan, kunjungan terhadap warga penderita Hidrosefalus tersebut merupakan yang ketiga dilakukan olehnya setelah sehari sebelumnya melayat dua penderita di Kelurahan Regol Wetan dan Kota Kulon Sumedang Selatan.

Kali ini yang dikunjungi adalah Teuku Sami Kedira (6) yang merupakan anak ke-4 dari pasangan Arni (35) dan Iskahyudi (47).

“Kita akan memberikan perhatian lebih kepada para penderita Hidrosefalus seperti ananda Teuku ini. Karena kami tahu kebanyakan mereka berasal dari keluarga yang sangat membutuhkan bantuan,” ucapnya.

Wabup mengungkapkan keprihatinannya atas ditemukannya banyak kasus Hidrosefalus di Kabupaten Sumedang.

“Saya cukup prihatin dengan banyaknya kasus Hidrosefalus di Sumedang. Saya harap ke depan hal seperti ini bisa segera ditangani sehingga tidak ada lagi kasus Hidrosefalus di Sumedang,” ungkapnya.

Menurut Wabup, penyakit Hidrosefalus seharusnya bisa dideteksi pada masa kehamilan sehingga ibu hamil mendapatkan penjelasan tentang resiko dari Hidrosefalus.

“Jangan sampai terus bertambah kasus seperti ini. Terutama ketika masa hamil harus dijaga asupan vitamin dan gizinya harus betul-betul baik,” ujarnya.

Wabup juga mengingatkan peran Puskesmas dan Posyandu harus betul-betul digalakan dalam memantau perkembangan ibu hamil dan bayi.

“Peran pemerintahan desa, RT/RW sangat diperlukan. Masyarakat harus pro aktif. Sisir lagi mana yang memerlukan bantuan dan segera berikan bantuan,” tuturnya.

Wabup menegaskan agar aparat terkait jangan sampai mempersulit urusan administrasi bagi masyarakat yang sangat membutuhkan pertolongan.

“Administrasi bisa berjalan belakangan atau pararel. Demi kemanusiaan harus di utamakan. Jangan sampai mempersulit urusan kesehatan. Masalah perut masyarakat harus betul-betul diprioritaskan,” tegasnya.

Sementara itu, Arni yang merupakan Ibu dari Teuku mengungkapkan jika anaknya terdeteksi menderita Hidrocefalus saat usianya 4 bulan dan lahir secara prematur serta sempat menjalani operasi di rumah sakit swasta di Bandung dengan dibiayaiorang tuanya.

“Teuku sempat melakukan operasi di RS swasta. Saat itu saya membiayai pengobatannya tanpa batuan jaminan kesehatan. Dengan bermodalkan menjual rumah, dilakukan operasi pemasangan selang di kepala dan endoscopy yang semuanya memakan biaya besar,” ungkapnya.

Arni yang mata pencahariannya sebagai penjual gorengan keliling mengatakan, saat ini anaknya menjalani rawat jalan di RSUD Sumedang dengan biaya jaminan kesehatan PBI.

“Saat ini pengobatan Teuku alhamdulillah sudah dijamin oleh PBI. Sampai saat ini bidan desa selalu melakukan kunjungan rutin dan memantau kondisi kesehatan dan tumbuh kembang Teuku,” kata Arni.

Teuku yang ternyata menderita penyakit komplikasi Hidrosefalus, Meningitis, dan Epilepsi sehari-harinya hanya bisa makan bubur saring dan susu.

“Dokter yang memeriksa Teuku mengatakan jika otak yang saat ini berfungsi hanya tinggal 20 persen,” tukasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Sukajaya Nenden Dewi Raspati (38) menerangkan bahwa selama ini warga masyarakat Desa Sukajaya, termasuk pengurus RT dan RW, telah bersama-sama pro aktif berkoordinasi baik dengan Puskesmas dan Kecamatan untuk membantu keluarga Teuku.

“Kita juga telah sampaikan kepada keluarga korban, jika ada kebutuhan yang memang tidak bisa dipenuhi oleh pihak keluarga, segera laporkan ke RT/RW. Nanti kita langsung akan carikan solusi dengan pihak terkait,” ungkapnya.

Nenden juga menjelaskan, selama ini pihaknya terus memberikan bantuan berupa susu dan pampers, bahkan ketika harus dilakukan perawatan di rumah sakit pihak desa membantu dari segi pendanaan.

“Sampai saat ini keluarga tidak pernah mengeluh dan selalu kondusif karena pemerintah desa sangat responsif membantu warganya yang membutuhkan,” pungkasnya.

Pada kesempatan tersebut Wabup memberikan bantuan berupa uang dan Sembako yang langsung diberikan kepada keluarga korban. (Abas)

 

Categories: Regional